leruayor
Link to CommentCode of ConductWattpad Safety Portal
sudah selesai baca cerita ini dari beberapa hari yang lalu... and honestly, CERITANYA BAGUS BANGET BINTANG LIMA ★★★★★ it was so emotionally intense sampai berhasil bikin gue nangis sesegukan di malam hari, literally hampir (atau bahkan lebih dari) satu jam. sedih banget... sorry lagi gak bisa mendeskripsikan perasannya lebih detail.... like painfully heartbreaking but in the best way possible deh pokoknya. ceritanya benar-benar meninggalkan rasa yang dalam dan susah dilepas, bahkan masih kepikiran terus sampai sekarang.
sayangnya season 2-nya ada di Karyakarsa, huhu. but someday, kalau aku sudah punya cukup uang (ea) i'll definitely read season 2!! masih penasaran karena belum ada tanda-tanda mereka bakal rujuk, and i seriously need to know what happens next...
https://www.wattpad.com/story/327560703
leruayor
sudah selesai baca cerita ini dari beberapa hari yang lalu... and honestly, CERITANYA BAGUS BANGET BINTANG LIMA ★★★★★ it was so emotionally intense sampai berhasil bikin gue nangis sesegukan di malam hari, literally hampir (atau bahkan lebih dari) satu jam. sedih banget... sorry lagi gak bisa mendeskripsikan perasannya lebih detail.... like painfully heartbreaking but in the best way possible deh pokoknya. ceritanya benar-benar meninggalkan rasa yang dalam dan susah dilepas, bahkan masih kepikiran terus sampai sekarang.
sayangnya season 2-nya ada di Karyakarsa, huhu. but someday, kalau aku sudah punya cukup uang (ea) i'll definitely read season 2!! masih penasaran karena belum ada tanda-tanda mereka bakal rujuk, and i seriously need to know what happens next...
https://www.wattpad.com/story/327560703
leruayor
kenapa di wattpad enggak ada fitur untuk memberi rating dan review pada setiap cerita yang kita baca, ya? it would honestly be so much fun kalau ada fitur seperti itu. but well… since there isn’t one, i’ll just start writing my own rating + review di laman conversation ini, karena kebetulan baru saja selesai membaca salah satu cerita yang bagus sekali.
“Parade Ngengat” by Lumelux.
((sometimes)) i’m the kind of reader who deeply loves slow burn stories, karena bagiku cerita yang berjalan perlahan memberi ruang untuk benar-benar merasakan dunia yang dibangun di dalamnya. the narrative unfolds gently, allowing the emotions, the tension, and the characters to breathe. rasanya seperti berjalan pelan memasuki semesta lain—tidak tergesa, tidak dipaksa, hanya mengalir dan perlahan mengikat.
terlebih lagi dengan latar belakang program studi yang diangkat, yaitu Biologi dan Sastra Inggris, yang memberi warna tersendiri pada cerita ini. aku sendiri mulai tertarik pada Biologi setelah membaca Thesis & Thension karya Liaraaudrina, dan melalui cerita seperti ini, knowledge feels less like theory and more like lived experience—sesuatu yang terasa dekat, nyata, dan mudah dipahami.
https://www.wattpad.com/story/212039113
leruayor
overall, this story feels less like something i simply read, and more like something i experience. lastly, thank you to the author for creating a story that feels this alive and meaningful (at least for me). <3
•
Reply
leruayor
i love literature, i love music, and i love films, sehingga membaca cerita ini terasa seperti berada di ruang yang familiar dan menenangkan. however, when it comes to academic focus, sepertinya aku lebih condong pada linguistik dibandingkan sastra itu sendiri. sastra itu indah, but also intellectually exhausting at times. sometimes studying linguistics feels more structured dibandingkan harus bergulat dengan kesusastraan, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, apalagi semiotika yang rasanya seperti labirin tanpa ujung (mau nangis). though like i said, semuanya tetap menyenangkan dengan caranya sendiri.
Bungah Larasati, the storyteller, dan Surya Nugraha, the word weaver, adalah perpaduan yang tenang namun memikat. a delicate harmony that now lingers quietly in my imagination. mereka bukan tokoh yang luar biasa dalam pengertian konvensional, namun justru dalam kesederhanaan itulah daya tarik mereka tumbuh.
aku setuju dengan authornya, mungkin karakter seperti Silvia atau Clarine secara umum akan lebih lazim dijadikan pusat cerita. yet surprisingly, sosok Laras yang hidup dalam imajinasi ((alias doyan ngayal)) justru terasa lebih manusiawi, lebih dekat, dan lebih mudah dicintai. perhaps that is what makes this story resonate—the quiet intimacy of shared interests, the gentle exchange of thoughts, the act of sharing books, debating ideas, writing reflections, hingga perlahan bermuara pada satu kata yang sederhana namun penuh makna: mencintai.
•
Reply
leruayor
sebagai mahasiswa Sastra Indonesia, cerita ini terasa unexpectedly intimate bagiku (hanya berbeda bahasa hihi :)). ada semacam kedekatan yang sulit dijelaskan, seolah pengalaman akademik yang dihadirkan tidak sepenuhnya asing. beberapa buku yang muncul dalam percakapan mereka pun terasa samar-samar familiar, like distant echoes dari cerita salah satu dosen sastraku, khususnya dosen kritik sastra. jujur saja, i felt slightly triggered ketika melihat Yanu mengerjakan tugas mata kuliah yang dulu pernah membuatku menangis sampai hampir gila di semester empat AHAHAHAHAH but everything was redeemed with an A! plus point-nya, dari situ aku jadi lebih mengenal karya-karya Mario Vargas Llosa. oh iya, Yanu’s 1001 reading list yang diberikan Kak Anggi juga tiba-tiba terasa seperti daftar yang ingin benar-benar kusentuh suatu hari nantiii!
kadang aku berpikir, if book prices were more reasonable in this country, kamarku mungkin sudah dipenuhi rak-rak buku yang menjulang tinggi. sayangnya, harga satu buku bisa setara dengan ongkos berangkat ke kampus selama dua hari, such a small tragedy for book lovers :(
•
Reply