⠀⠀⠀“Hyunjin, dengar—”
Suara decakan spontan keluar dari belah bibir si empu asma, menulikan rungu sebab enggan mendengarkan.
Karena tanpa memberi alasan, Hyunjin bisa menebak dengan benar apa yang akan dilontarkan.
Kuasa milik Felix naik niat menangkup rahang kokoh lawan, membawa netra mereka bertemu dan kemudian tenggelam.
Baiklah, Hyunjin menyerah sekarang dan dia akan mendengarkan.
⠀⠀⠀“Kau pria yang tampan, ada banyak gadis yang mengantri untuk dilamar—” jeda sebentar sebelum yang lebih muda melanjutkan, “Aku mohon, berbahagialah. Pertunanganku akan dilangsungkan bulan depan, dan aku tidak memaksamu untuk datang.”