Aku pikir 03 April hanyalah hari libur yang terasa biasa saja, tapi ternyata ada berita sedih yang sudah disiapkan agensi tentang Mark Lee.
Di minggu kemarin, lagu Rainbow dinyanyikan dengan air mata dan sesak di dada. Aku tau ada sesuatu yang mereka pendam tapi aku saat itu berharap bahwa mereka menangis hanya karena terharu sudah bertahan 10 tahun.
Keputusan Mark untuk berbeda jalan tidak membuang fakta bahwa 10 tahun perjalanan mereka adalah kenangan terindah. Kenangan di mana mereka belajar, jatuh, dan bangkit meraih mimpi bersama.
Member Dream juga tampak tak keberatan dan mendukung penuh apapun keputusan Mark, sehingga perpisahan kali ini terasa hangat dan tulus seperti senja di musim semi. Bukan berarti perjalanan Dream telah usai, justru Dream memulai lagi perjalanannya dengan persiapan lebih dewasa.
Penggemar mana yang tak sedih akan berita tersebut. Aku menghargai semua pilihan penggemar antara tetap berdiri atau memilih pergi. Aku sendiri juga kebingungan, masih kacau dan berusaha mengerti.
Lagu Rainbow akan terdengar berbeda saat ini, lebih sakit dan lebih bermakna. Dan untuk aku yang menjadikan lagu ini sebagai dasar ide pembuatan karya tulis fiksi terasa lebih berat untuk menyelesaikan. Namun bukan berarti aku berhenti, aku hanya butuh waktu untuk menerima dan sembuh.
Semoga kedepannya tak ada lagi yang berpisah jalan karena mau seikhlas apapun, perpisahan tetap menyakitkan.