lumicroissant

Hai, Kelopak! Aku mau minta maaf karena sudah lama nggak update. Bukan karena lupa atau nggak niat, tapi sinyal benar-benar nggak bersahabat akhir-akhir ini. Baru sekarang aku bisa kembali, dan aku langsung siapin update buat kalian!
          	
          	Aku tahu pembacanya mungkin tak banyak, tapi untuk kalian yang masih di sini—yang masih mau membaca dan (mungkin) menunggu—terima kasih. Sungguh. Kehadiran kalian berarti lebih dari yang bisa kuungkapkan.
          	
          	Sekarang, cerita ini akhirnya berlanjut. Kalian bisa membacanya di sini: https://www.wattpad.com/story/390411220?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=lumicroissant
          	
          	Semoga tetap bisa menemani kalian.
          	
          	Salam hangat,
          	Lumiere.

lumicroissant

Hai, Kelopak! Aku mau minta maaf karena sudah lama nggak update. Bukan karena lupa atau nggak niat, tapi sinyal benar-benar nggak bersahabat akhir-akhir ini. Baru sekarang aku bisa kembali, dan aku langsung siapin update buat kalian!
          
          Aku tahu pembacanya mungkin tak banyak, tapi untuk kalian yang masih di sini—yang masih mau membaca dan (mungkin) menunggu—terima kasih. Sungguh. Kehadiran kalian berarti lebih dari yang bisa kuungkapkan.
          
          Sekarang, cerita ini akhirnya berlanjut. Kalian bisa membacanya di sini: https://www.wattpad.com/story/390411220?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=lumicroissant
          
          Semoga tetap bisa menemani kalian.
          
          Salam hangat,
          Lumiere.

lumicroissant

Untuk Para Kelopak di Liminal
          
          Halo, Kelopak…
          
          Kalian tahu kenapa aku memanggil kalian begitu?
          Karena seperti kelopak bunga, kalian menjaga hangatnya cerita ini — membiarkannya mekar perlahan, lembar demi lembar. Tanpa kelopak, bunga tak pernah utuh. Begitu pula Liminal.
          
          Ini bukan sekadar kisah cinta. Ini tentang Janar, yang hidup dalam garis tegas dan bayang-bayang masa lalu. Tentang Hira, yang datang seperti gerimis — lembut, tapi mampu meresap ke hati yang tertutup.
          
          Dan mungkin, di antara kata-kata mereka, ada pantulan kecil dari dirimu juga.
          
          Jadi, untuk kalian yang menyukai kisah melankolis, hangat, dan sarat makna tersembunyi… mari melangkah bersama kami.
          Karena Liminal tak akan pernah lengkap tanpa kehadiran kalian, para Kelopak. ✨
          
          Aku tunggu di sana.
          
          https://www.wattpad.com/story/390411220?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=lumicroissant