"Mahluk kecil, Tenang lah di sana."
Di dalam kegelapan, kedua tangan mungilnya terpaut. Hanya mengandalkan sinar Rembulan yang begitu sempurna sebagai penerangan.
Nyanyian itu benar-benar lembut, tenang dan menggema terbawa oleh Angin malam. Iris merah berbinar yang terpejam itu perlahan-lahan terbuka.
Ia duduk di tanah hutan yang begitu gelap. Ia tidak takut, tatapannya setenang Hamparan Bintang. Berbinar.
Di depannya sebuah Gundukan tanah kecil. Menandakan sesuatu telah di kubur dengan layak di dalam Tenang nya malam itu.
"Tidurlah, Mahluk kecil."
"Ameen."
[] Theory of Happiness "87789"[]