Omong-omong, ada pesan yang hanya berlaku untuk MANUSIA.
Mungkin Nana terlalu berisik dan out of jobdesc. Tapi setahu Nana di Ibukota sudah banyak mall yang dipasang pagar tinggi. Kemungkinan terburuk krisis moneter akan kembali terjadi. Meski mungkin Nana maupun teman-teman author dan readers sekalian belum hadir di masa itu setidaknya Nana harap tidak memilih tone deaf. Kita sudah dilimpahkan media informasi yang memadai, baik nian digunakan untuk bijak. Setidaknya sebagai manusia yang peduli diri sendiri. Ingat, sini dan situ pun rakyat.
Yang merasakan dampaknya adalah seluruh rakyat, sesepele air minum yang kurang dari porsi kebiasaan pun sangkut pautnya ada dikarenakan kebobrokan tirani. Jumlah suap yang berkurang, nasi yang tidak lagi hangat, sulitnya hari-hari sebab kecilnya nilai ekonomi mutlak dibiangi para tirani. Itu contoh kecil sehari-hari yang sakitnya dianggap ujian hidup. Padahal hanya bentuk kemiskinan struktural yang diciptakan mereka yang katanya mempertanggungjawabkan kita jiwa-jiwa yang boleh bergantung. Yang seharusnya tunduk membantu, tapi justru menginjak batang leher kita hingga tidak tau cara unjuk suara.
Saudara sejiwa sekalian, yang hidup bersinggung langsung dengan ingar bingarnya tolong jaga diri lebih baik, ya.
Ya, mungkin yang menyepelekan ini sedang tidak ingin dianggap manusia.