mavieroons

3 chapter left, exclude extra chapter ... ASDC should be finished in July. 

mavieroons

@ mavieroons  not should, it 'must' be. 
Reply

mavieroons

membingungkan, apakah aku harus discontinued atau revisi. kedua-duanya punya plus minus tersendiri sih. keputusan penuh selalu berada di tangan aku as an author, hanya saja, aku banyak memikirkan hal-hal eksternal yang akan ikut terpengaruh, padahal hal-hal internal yang bikin runyam aja udah banyak. it's tough being a 'F'eeling type. 

mavieroons

@ mavieroons  kalau berbicara tentang 'kepikiran' sih lebih baik discontinued dan cari genre yang lebih refreshing sih atau buat cerita yang ga bakal ngabisin banyak chapter kayak ASCD. problemnya, genre yang aku minati tuh genre fantasi yang terasa impossible bisa diselesaikan hanya dengan 7-12 chapter aja. fantasi tuh identik dengan perjalanan, konflik ringan pertemanan, bertemu orang-orang dengan berbagai latar, melawan boss, mendapat kekuatan baru untuk melawan yang lebih kuat. menurut pemikiranku hal itu gak bisa dirangkum hanya dengan belasan chapter aja─mungkin kalau satu chapter 5k kata bisa. sepertinya aku harus memutar dan merefreshing otak dulu supaya bisa mendapat supply ide yang briliant. 
Reply

mavieroons

em... aku lagi on progress untuk revisi in between karena di beberapa chapter terakhir plotnya mulai hilang arah (aku merasa diriku nyawit pas nulis). 
          
          publish ulang versi revisian juga belum ada jadwal. proses revisi bisa lebih cepat maupun lebih lambat bcs aku harus ngisi bagian-bagian kosong dari garis besar cerita. semoga ga bakal makan waktu lama sih. 
          
          bulan ini kemungkinan aku cuma update ASDC aja. 

mavieroons

@ mavieroons  dem, revisi lebih menguras tenaga dan pikiran. 
Reply

mavieroons

akhir-akhir ini aku memikirkan masa depan akun ini. 

mavieroons

@ mavieroons  jujurly aku kebanyakan yapping. btw, in between bakal update after aku nyelesain exam. 
Reply

mavieroons

@ mavieroons  semakin dewasa makin ngerti tentang kepenulisan, tapi jadi banyak faktor yang harus dipikirin yang ngebuat aku ngerasa 'terbebani' karena dulu aku mikirnya nulis cuma buat kesenangan dan menuangkan ide yang ada di otak, jadi aku merasa hal yang aku mulai karena cuma buat senang-senang doang ini malah jadi beban yang harus diselesain. kalau bisa, aku mau jadi Vie kayak dulu yang gak mikirin banyak hal, yang penting nulis dan update sesuai jadwal tanpa mikirin faktor lain yang harusnya ada di sebuah cerita (tldr; kalau bisa aku mau balik di masa jadi penulis yang ikut arus cerita, gak mikirin unsur intrinsik sebuah cerita, yang penting tulisan selesai, dipublish, dan dibaca orang, plus bisa namatin) 
Reply

mavieroons

@ mavieroons [yapping] aku mulai nulis di fase remaja awal sampai kini lagi di fase remaja tengah, rasanya prioritas utama dalam hidup udah bergulir. dari yang awalnya bisa nulis setiap hari tanpa mikir plot, update rutin seminggu sekali, jadi nulis kalau ada waktu, mood, sembari mikirin perbaikan plot yang banyak hole-nya. dulu rasanya ga ada beban pas nulis, sekarang semua dipikirin dari gaya tulisan yang harus konsisten, penokohan, plot, dll. andai dulu aku rajin banget nulisnya, mungkin projek Crossroads udah selesai dari lama (walau keseluruhan ceritanya mungkin bakal jelek banget) dan Sun & Moon ga bakal ditarik (aku mau revive cerita ini lagi ngl). 
Reply