mediakita

Minkit kangen ngecek inbox :((

douceursv

halo, halo! untuk pemilik wall ini, aku izin untuk mempromosikan ceritaku ini, ya! jika kurang berkenan, boleh dihapus untuk kenyamanan penglihatan mata (≧∇≦)/
          
          sijeuni dan wayzenni merapaatt! yang suka angst, angkat tangan! ヾ(^-^)ノ
          aku bawain kisah tentang Kun dan didi-didinya, nihh. gaskeun bacaa!
          
          Link — https://www.wattpad.com/story/404604674
          Sinopsis —
          
          ❝ Janji tetap bersama, ya? ❞
          
          Janji itu pernah diucapkan dengan suara ringan, seolah waktu akan selalu berpihak.
          
          Namun sejak kejadian itu, rumah tak lagi menjadi tempat kembali. Ia masih berdiri sebagai sebuah grha, namun kehilangan denyut yang dahulu menghidupinya.
           
          Trauma berakar dalam diam, menjelma duhkha yang tak pernah benar-benar menemukan bahasa. Enam hati belajar bertahan sendiri-sendiri, seolah kebersamaan hanyalah kenangan lama yang terlalu menyakitkan untuk dipanggil kembali.
           
          Di antara mereka, si sulung memilih bertahan. Ia menjadi pilar, keteguhan yang menyangga runtuhnya grha, menahan segala retak dengan tubuh dan jiwanya sendiri, meski luka yang sama masih tinggal di dadanya.
          
          Dan tanpa ia sadari, keteguhan itu kelak akan diuji.
          apakah bertahan berarti tetap berdiri atau justru belajar melepaskan agar semuanya bisa pulang dengan utuh.
          
          ---
          
          aku tunggu kalian, yaa! jangan lupa untuk follow, vote dan komen! jika ingin feedback, bisa langsung beritahu aku di wall, yaa. but aku tidak menerima boomvote, yaw! bisa baca terlebih dahulu bio-ku. terimakasih banyak! bye-bye (๑'ᴗ')ゞ

kaylakiran4

Permisi Admin, saya izin untuk mempromosikan salah satu cerita saya(yang entah bagus atau jatuhnya malah membosankan)
          
          Judul: Senja di Toko Roti
          
          Genre: Romance
          
          Penulis: Kaylakiran4
          
          Blurb:
          Ana, pemilik toko roti dan penulis dengan nama pena "Wulan", selalu hidup di dunia manisnya tepung dan aroma roti hangat. Tapi gosip tetangga selalu membayangi hari-harinya... sampai Haruto, pria Jepang misterius sekaligus dosen tamu adiknya, muncul di tokonya.
          
          Senyumnya tenang, ucapannya tepat sasaran, dan kehadirannya membuat dunia Ana terasa berbeda. Senja demi senja, antara aroma roti, rahasia keluarga, dan tawa adiknya, Dita, hati mereka perlahan terikat.
          
          Bisakah dua hati yang sama-sama mandiri ini bertahan dari gosip, rahasia, dan masa lalu yang diam-diam menunggu? Atau senja di toko roti itu hanya akan menjadi kenangan yang manis tapi pahit?
          
          https://www.wattpad.com/story/404469776?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=kaylakiran4
          
          Sedikit informasi, mungkin sebelumnya sudah pernah ada akun lain yang mempromosikan judul yang sama dengan isi cerita yang sama persis. 
          
          Itu adalah akun saya yang sekarang sudah tidak aktif lagi, jadi ceritanya saya pindah ke akun ini satu persatu, jadi ini bukan Pelagianisme, sama sekali bukan. 

kaylakiran4

Boleh saya mempromosikan cerita? 
          
          Judul :Selendang Merah, Selendang Abadi
          Genre :Fiksi Sejarah
          Penulis :Kaylakiran4
          Blurb :Farrel Maulana, mahasiswa Jurusan Sejarah, secara tak sengaja menemukan sebuah lukisan usang yang mencuri perhatiannya.
          Di atas kanvas itu, seorang gadis muda bernama Ananta menatapnya dengan kecantikan yang tiada tara-tatapannya seolah memanggil Farrel untuk menyingkap rahasia yang tersembunyi di balik sosoknya.
          
          Siapakah Ananta sebenarnya?
          Mengapa gadis itu menyimpan jutaan misteri yang belum pernah terungkap?
          
          Setiap goresan kuas membawa bisikan masa lalu, menuntun Farrel ke sebuah rahasia yang bisa mengubah cara ia memandang sejarah... dan dirinya sendiri. 
          
          
          
          
          https://www.wattpad.com/story/403788659?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=discover_row_story&wp_page=discover_list&wp_uname=kaylakiran4
          
          
          

NurmalaSari269841

Di bawah langit Kairo yang penuh warna, Hilal dan Halwah bertemu dalam pertemuan tanpa rencana-dua jiwa yang dipertemukan antara harapan, rindu, dan ujian hidup di negeri rantau. Hilal, mahasiswa melankolis pemburu impian, dan Halwah, santriwati sederhana dengan hati penuh doa, tumbuh bersama dalam obrolan-obrolan hangat dan pilihan-pilihan sulit. Jarak, restu keluarga, masa lalu, dan kehadiran seorang saingan membuat kisah mereka naik-turun bak ombak Sungai Nil.
          
          Akankah mereka berani memperjuangkan cinta, atau justru harus merelakan demi kebahagiaan masing-masing? HilWah bukan sekadar kisah cinta, tapi perjalanan merelakan, bertumbuh, dan percaya pada kuasa doa.  
          
          Temukan kisah yang akan mengaduk emosimu-karena terkadang, yang dipersatukan adalah hati-hati yang pernah saling mendoakan, meski diuji berkali-kali.
          
          Siap jatuh cinta, patah, dan bahagia bareng HilWah? ✨
          
          https://www.wattpad.com/story/399418542?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=NurmalaSari269841
          
          Izin promosi di wallnya kak

ArisRyant

Halo kak, ijin promote sebuah karya perjalanan suatu rasa yang memang pada dasarnya keras kepala akan semua rasa yang tidak seharusnya ada. 
          
          Judulnya "Aku berharap, sekali saja kau menoleh ke arahku" 
          
          [Blurb] Dalam luka yang terjalin, cinta tumbuh sekaligus patah.
          Kumpulan puisi ini merekam perasaan yang pernah jatuh, kehilangan, lalu bangkit kembali.
          Di setiap kata, tersimpan rindu, kecewa, dan doa yang pelan-pelan menjelma ikhlas.
          
          https://www.wattpad.com/story/401651786?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=ArisRyant