deedein
Permisi, Kak, siapa tahu tertarik untuk membaca cerita action - romance comedy bisa mampir ke lapak @deedein. Jangan lupa dukung dengan bantu follow, komentar, dan vote. Terima kasih. ❝She is a target to destroy my enemy, not my heart.❞ Tragedi tidak menyenangkan terjadi saat upacara pernikahan Diane Rosewood dengan Jasper Baxter. Seseorang yang memiliki dendam dengan Keanu--ayah Diane datang mengacaukan hari bahagianya. Asher Caspari tidak berhenti di sana, dia mengibarkan bendera perang ketika Diane sang pengantin wanita dibawa kabur olehnya sebagai target kejahatannya. • SNEAK PEEK DIANE IS A CRIME TARGET • "Apa kau berpikir ingin segelas koktail?" tanya Asher mendekatkan wajahnya dengan wajah Diane. Memicingkan matanya tajam. Diane berkata, "Satu-satunya yang aku inginkan adalah lepas darimu." "Well, segelas jus persik dan koktail," kata Asher pada pramugari tadi tanpa mengindahkan ucapan Diane. Selepasnya, Diane mendengkus tajam. "Aku bilang aku ingin lepas darimu. Bukan minuman atau semacamnya." "Really?" Asher mengerutkan hidungnya yang dipahat dengan mancung. "Memangnya siapa yang memesankanmu? Aku ingin minum keduanya." Gigi Diane saling bergeretak. "Uh, kau benar-benar brengsek." Diane menggeram merasa benar-benar ingin melempar heels ke wajah Asher dengan segera. Tap link untuk membaca lebih banyak : https://my.w.tt/RPXU8DjXq8
tehmelatipanas
Salam kenal, Kak...
Aku mau recomen cerita ini, Kak. Genre Dark Romance
¤¤¤
Menyeberang, aku berencana untuk beli rasa pedas seperti biasa.
"Bang, yang pedes kayak biasa!" pesan Tamara pada penjual.
"Siap, Neng!" Abang penjual mengipas panggangannya.
Aku masih berpikir, mau yang pedas atau tidak.
Asap semakin mengepul. Menghirup aroma, tiba-tiba ada sesuatu yang bergejolak di perut.
Bau yang biasanya kusuka, saat ini malah membuat mual.
Mengejutkan. Bahkan, Tamara sampai membulat matanya, saat melihat aku muntah-muntah.
Tamara mendekatiku yang masih membungkuk. Kepala pusing, tubuh lemas. Aneh, kenapa bau ini sangat menyiksa?
"Lo kenapa, An?" Tamara yang berdiri di sampingku, bertanya.
Aku mengelap mulut yang masih ada sisa muntah. Yang ditanyakan Tamara, itu juga yang aku pikirkan.
Aku ... kenapa?
¤¤¤
Ini link untuk baca, Kak:
https://my.w.tt/qwKVwDdVP7