Perlu disampaikan bahwa tulisan dengan bahasa baku, tata bahasa yang rapi, kalimat detail, serta diksi yang terpilih tidak serta-merta merupakan hasil AI. Banyak penulis yang memang memiliki latar belakang atau ketertarikan di bidang sastra—baik lulusan Sastra Indonesia, pendidik, maupun mereka yang telah lama berkutat dengan dunia tulis-menulis.
Saya sendiri sudah lama menulis dan menjadikan ini sebagai ruang pulang. Saat mengalami writer’s block, saya memilih berhenti sejenak untuk mencari napas, membaca, mencari referensi, atau sekedar berbincang dengan teman. Karena itu, rasanya cukup mengganggu ketika proses yang penulis (siapapun) jalani dengan sungguh-sungguh disimpulkan begitu saja sebagai karya AI.
Saya sendiri memang menyukai gaya penulisan formal maupun semi formal. Bagi saya, gaya tersebut terasa rapi, tenang, dan mampu menyampaikan emosi dengan lebih utuh. Jika suatu cerita atau gaya penulisan terasa tidak sesuai bagi pembaca, tidak apa-apa untuk melewatinya tanpa harus memberi asumsi yang tidak perlu.
Kini, karena Code Blue Code You telah sampai di akhirnya, izinkan saya mengambil jeda sejenak untuk mengumpulkan ide dan perasaan sebelum kembali menulis Brown In Her Orbit. Terima kasih untuk kalian yang tetap setia membaca, mendukung, dan menunggu—bahkan ketika saya sempat menghilang dan berhenti menulis hampir satu tahun. Kehadiran kalian berarti lebih dari yang bisa saya tuliskan.