PERMINTAAN MAAF.
Akhirnya aku mengalami konflik internal.
Maaf.
Aku terlalu sombong berpikir bisa aktif semula setelah menyelesaikan menulis satu judul yang kusukai. Menikmati waktu menulisku walau hanya ada satu orang yang membaca karyaku.
Tapi orang lain tidak melihat sebanyak apa yang aku rasakan.
Keluarga bisa jadi pedang bermata dua. Mereka mencemooh dengan telak, hobi "menulis" ku yang mereka pikir buang-buang waktu, tidak menghasilkan uang, dan tidak berguna.
Masa bodoh dengan itu, aku menulis bukan untuk mencari uang! Aku menyalurkan mimpi-mimpi dan imajinasiku yang mereka hancurkan. Tapi jelas mereka tidak mengerti.
Dan aku ada di titik bahkan bersenang-senang pun terlihat salah bagi mereka.
Jadi, aku mungkin akan berjalan sedikit lambat bahkan nampak tidak bergerak. Tapi aku tidak akan berhenti.
Aku minta maaf jika selama ini selalu terkesan memberikan alasan-alasan untuk menghindar. Tapi aku selalu menikmatinya... alur, waktu, emosi dan pemikiran yang kita bagikan bersama dalam untaian kata-kata yang aku rangkai dalam buku itu membuatku terus bernafas.
Kita tidak saling mengetahui nama, gender, usia, sifat. Tapi kita bersenang-senang dalam satu hobi yang sama. Sesuatu yang tidak pernah aku temukan disini.
Satu tahun? Atau dua? Atau lebih? Aku tidak menghitungnya. Tapi di waktu-waktu itu.. rasanya menyenangkan sekali.