Aku mau ngomong serius. Bukannya hanya aku yang as author, tapi as diriku sendiri. Ini sudah ku tulis dari jauh hari.
Terlepas dari segala huru-hara dan gonjang-ganjing yang sedang terjadi di Mark maupun Mahae saat ini, sekali lagi ingin kutegaskan bahwa aku akan tetap di sini, sebagai seorang author. Entah nantinya masih memakai Mark sebagai muse utama atau tidak, aku akan tetap mendukungnya.
Ini bukan tentang aku yang tidak peduli dengan keadaan sekarang, atau dalam bahasa kasarnya memilih "tutup mata". Sama sekali bukan.
Hanya saja, untukku yang sudah ditemani Mark selama bertahun-tahun, terutama di masa-masa paling sulit dalam hidup, rasanya tidak adil jika aku pergi begitu saja. Bukan karena aku menuhankan manusia, atau melupakan bahwa selama ini hanya Tuhan yang selalu menyertai setiap langkahku. Aku tahu betul, semua kekuatan yang kupunya berasal dari-Nya.
Namun, manusia tetap punya cara masing-masing untuk bertahan. Dan bagiku, menulis dengan Mark sebagai inspirasinya adalah salah satu cara itu. Di balik setiap cerita yang lahir, ada banyak hari yang berhasil kulewati. Di balik setiap tawa yang kutulis, ada luka yang perlahan sembuh. Tanpa kusadari, Mark menjadi salah satu alasan kecil yang membantuku tetap bertahan ketika semuanya terasa begitu berat. Karena itu, apa pun yang sedang terjadi hari ini, aku memilih untuk tetap menghargai semua kenangan baik yang pernah ada. Aku tidak ingin kebisingan hari ini menghapus rasa syukur atas hal-hal baik yang pernah menemaniku selama bertahun-tahun.
Mungkin tidak semua orang akan memahami pilihanku, dan itu tidak apa-apa. Setiap orang berhak menentukan sikapnya masing-masing. Begitu juga denganku. Selama aku masih bisa berkarya, selama aku masih bisa menulis dengan hati yang tulus, aku akan tetap melangkah. Dan semoga, apa pun yang terjadi ke depannya, kita semua diberi hati yang lebih lapang, pikiran yang lebih jernih, dan kekuatan untuk menerima segala sesuatu dengan sebaik-baiknya.