monamoon20

Aku cinta kamu. dulu, nanti dan mudah-mudahan untuk selamanya.

merosems

monamoon20

Satu tahun yang lalu, sesuatu terjadi. Satu tahun yang lalu mereka semua bersamamu. Satu tahun yang lalu mungkin hanya aku yang bersikap seolah aku tak peduli. Satu tahun yang lalu mungkin kau berbagi resah hatimu padanya. Tapi ada yang kau tak tau, bahwa satu tahun yang lalu ada satu orang yang menangis dalam doa sederhananya untukmu. Agar kau dijauhkan dari hal yang tidak baik. Satu tahun yang lalu, dia bersujud dalam shalatnya memohon agar hatimu dikuatkan. Dia yang tak terlihat ada justru menjadi yang mungkin paling banyak menangis untukmu. Kamu terlalu dicintai olehnya

monamoon20

Aku tau posisiku, aku tau aku tidak penting. Hanya sampah! Dimatamu, aku banyak kekurangan aku tak cukup pantas. Dimata si sempurna, aku hanya pengganggu yang harus dijauhi. Padahal sedikitpun aku tak pernah mengusik. Dimata sang ibu, mungkin aku dianggap menjijikkan, bodoh, jahat dan seperti benalu. Aku tau aku menyadari seperti itu nilaiku dimata mereka. Lalu aku harus apa? Harus bagaimana ketika meskipun penghinaan dan kebencian yang aku dapat aku masih saja tak bisa berpaling.

monamoon20

Dia tidak cukup baik, aku tau. Dia tidak cukup tampan, aku pun tau. Tapi entah mengapa hatiku selalu kembali padanya. Pada dia yang selalu menyakiti pada dia yang sudah mengkhianati pada dia yang menganggapku tidak ada. Seharusnya ku lupakan saja, seharusnya ku benci saja. Tapi hati berkhianat pada perintah otak.  

monamoon20

Aku bisa merasakan, meskipun tak bisa kukatakan. Karena aku tau bukan aku yang kau harapkan berada disampingmu. Aku hanya bisa berdoa pada-Nya, mendoakan dirimu agar selalu baik-baik saja. Aku tidak berharap balasan yang sama, karena segala sesuatu memang tidak bisa dipaksakan sesuai kehendak pribadiku, aku tau diri aku terlalu banyak kekurangan sangat jauh dari kata sempurna. Maafkan aku yang mencintaimu, maafkan aku yang mengharapkanmu, maafkan aku yang menghayalkanmu. Tapi aku belum bisa mengalahkan hatiku yang selalu memanggil namamu. Maafkan aku, maafkan aku 

monamoon20

Tidak kulakukan meskipun aku sangat ingin, kujauhkan diriku agar aku tak sakit hati. Karena aku orang yang lemah, aku tau bahkan sebelum orang lain mengetahui. Aku sakit, tapi tak bisa kuceritakan rasa sakitku pada siapapun, kecuali pada-Nya. Tuhan Sang Maha Pencipta, di depan orang aku harus selalu terlihat kuat seolah tak peduli. Tapi ketika aku tinggal sendiri, aku hanya seorang wanita yang lemah terlalu rapuh bahkan untuk sekedar bercerita pun aku tak mampu. Aku yang diharuskan selalu terlihat kuat tapi faktanya menjalani hidup seperti tanpa jiwa. Tanpa tau apa yang aku tuju, tanpa tau apa yang harus kulakukan esok hari. Aku yang sebenarnya sering berpura-pura tertawa bahagia nyatanya harus selalu menyeka air mata. Aku sendiri menjalani semua ini tanpa ada teman berbagi tanpa ada satupun yang peduli. Semuanya menyakiti, semua mengkhianati seolah berlomba menghancurkan aku.