Tidak kulakukan meskipun aku sangat ingin, kujauhkan diriku agar aku tak sakit hati. Karena aku orang yang lemah, aku tau bahkan sebelum orang lain mengetahui. Aku sakit, tapi tak bisa kuceritakan rasa sakitku pada siapapun, kecuali pada-Nya. Tuhan Sang Maha Pencipta, di depan orang aku harus selalu terlihat kuat seolah tak peduli. Tapi ketika aku tinggal sendiri, aku hanya seorang wanita yang lemah terlalu rapuh bahkan untuk sekedar bercerita pun aku tak mampu. Aku yang diharuskan selalu terlihat kuat tapi faktanya menjalani hidup seperti tanpa jiwa. Tanpa tau apa yang aku tuju, tanpa tau apa yang harus kulakukan esok hari. Aku yang sebenarnya sering berpura-pura tertawa bahagia nyatanya harus selalu menyeka air mata. Aku sendiri menjalani semua ini tanpa ada teman berbagi tanpa ada satupun yang peduli. Semuanya menyakiti, semua mengkhianati seolah berlomba menghancurkan aku.