Tahun 1965, ketika ketegangan politik memuncak dan bisik-bisik tentang Dewan Jenderal menyebar di Jakarta, malam 30 September menjadi titik balik yang mengubah segalanya. Di rumah A. H. Nasution, seorang ajudan muda, Pierre Tendean, berdiri di antara tugas dan bahaya yang tak terduga. Ketika pasukan datang sebelum fajar, satu keputusan sepersekian detik menentukan nasibnya-dan mengguncang sebuah bangsa.
Namun di balik peristiwa yang kemudian dikenang lewat film Pengkhianatan G30S/PKI, ada kisah yang tak pernah tercatat: tentang cinta yang tumbuh diam-diam di tengah disiplin militer dan ancaman kudeta. Ketika sejarah bergerak tanpa ampun, pertanyaannya hanya satu-apa yang tersisa ketika tugas telah dipenuhi, tetapi hati tak sempat mengucapkan selamat tinggal?
https://www.wattpad.com/story/408081247?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=mochiverse1133
Akun 2: mochiverse1133