munnafik

kekasih, 
          	diantara rintik hujan kota jakarta yang riuh, 
          	disanalah aku menjelma—mengingatmu.
          	bagai badai yang tak kunjung reda
          	
          	dan kekasih, 
          	diantara semarak lampu kota yang cemerlang, 
          	disana pula aku menjelma—menelisikmu. 
          	sebagai luka yang tak pernah benar-benar selesai.
          	
          	                             

munnafik

kekasih, 
          diantara rintik hujan kota jakarta yang riuh, 
          disanalah aku menjelma—mengingatmu.
          bagai badai yang tak kunjung reda
          
          dan kekasih, 
          diantara semarak lampu kota yang cemerlang, 
          disana pula aku menjelma—menelisikmu. 
          sebagai luka yang tak pernah benar-benar selesai.
          
                                       

munnafik

untuk kamu, 
          seseorang yang pernah menjadi
          bagian dari lembar  ceritaku,   di 
          atma butala yang  kini  tak    lagi 
          bisa dibilang muda, sehat selalu,
          ya? lewat    perahu      kecil  yang
          membawa semoga bahagia dan
          hal-hal  baik  dibumantara untuk
          kamu, ini   ucapan   kecil  dari  si
          langkah tertatih.
          selamat bertualang!

artheta

Hai, Asa! ^^
          Terima kasih telah menyukai ceritaku dan dimasukan ke reading list-mu pula.
          
          Sehat-sehat selalu disana!
          Semoga hari Sabtu ini terlewati dengan hal-hal yang membahagiakan~♥️
          
          :: Ris - 

munnafik

@ artheta  amin! dan terima kasih kembali karena telah menciptakan cerita se apik itu! semangaaaattt 
• Reply