imho, kualitas bacaan seseorang itu menentukan kualitas orang tsb. contoh paling simple, author dg kualitas “bagus” (baik dr segi penulisan, penyampaian cerita, alur cerita, pemilihan karakter dll) readersnya MOSTLY juga punya pemikiran yang bagus. bandingin deh book yang ceritanya mateng dari segala sisi sama book yang (sorry not sorry) bikinnya asal-asalan, alur gak jelas bertele-tele, banyak adegan ranjang yg gak masuk akal, pasti keduanya berbeda dr segi readers. book yg ceritanya mateng, readersnya dituntut untuk memahami alur dan permasalahan secara dewasa, menentukan solusi secara dewasa pula, mostly isinya readers yang usianya juga dewasa. sdgkn book yang asal-asalan pokok setiap chapter ada adegan ranjangnya aja, mostly readersnya manusia-manusia sangean yg gak bisa diajak mikir dan problem solvingnya jelek banget.