Bisa-bisanya aksara kami berkelindan dengan sakit hatinya. Tanpa sebab, tanpa gerangan.. Sang paling suci menghardik yang tak memujanya.
Bukankah biasa, tiap insan memilih jalan?
Bukankah pilihan, adalah kebebasan bagi setiap atma?
Namun bagaimana lagi, ia sendiri yang mengotori marwahnya dengan celaan. Mengguyurkan kata hina pada tiap raga yang tak pernah mengusik kesenangannya.
Membeberkan doa buruk, bersuara kian kemari menuntut muka.
Segitu sunyinyakah kehidupanmu nona?
_napeleon.
#jumat berkah, jumat mari berbuat baik
Mari doakan semoga dia dapat hidayah.