nee-marr

Berulang kali suara dalam diri bilangnya, "Mati saja, lebih mudah daripada bangkit". Ingin, sejujurnya ingin, tapi tertahan dosa, harapan bahkan sudah tak ada, motivasi untuk tetap berdiri tegak juga sudah tak ada, lelah dengan semuanya iya, tanggungjawab yang diambil terlalu berat, memang salah, suruh siapa sok-sok an mau berguna, ujungnya malah lelah sendiri. Ingin berhenti saja.

siwullia

Izin promote ya kak
          
          Tidak semua jarak berarti tidak peduli.
          Tidak semua diam berarti tak rasa.
          
          Bukan Kisah Cinta
          Bukan berarti cowok itu tak suka. Akan tetapi, Aditia memegang pendirian yang bukan seharusnya dia percaya. Untuk apa terjebak dalam zona nyaman, padahal di luar sana ada yang lebih membuat nyaman. Jangan terlalu cepat membandingkan, dunia terlalu luas untuk perbandingan dari dua sudut.
          
          Versi baru. Sudut pandang baru. Luka yang sama.
          
          - lebih jujur,
          - lebih dingin,
          - lebih dekat dengan realitas 
          
          Republish Juni 2023
          
          https://www.wattpad.com/story/206590162?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=siwullia

nee-marr

Berulang kali suara dalam diri bilangnya, "Mati saja, lebih mudah daripada bangkit". Ingin, sejujurnya ingin, tapi tertahan dosa, harapan bahkan sudah tak ada, motivasi untuk tetap berdiri tegak juga sudah tak ada, lelah dengan semuanya iya, tanggungjawab yang diambil terlalu berat, memang salah, suruh siapa sok-sok an mau berguna, ujungnya malah lelah sendiri. Ingin berhenti saja.

nee-marr

Happy 1k pembaca HEHE
          
          Makasi guys yang udah mau setia membaca dan menunggu fanfic aku!!!! Vote comment nya jangan lupa biar makin semangat, satu lagi, boleh lah follow dikit aku, biar ga ketinggalan kalo aku up cerita baru hehe

nee-marr

Dulu aku kira, sepi itu bisa membawa ketenangan, tapi sekarang, justru sepi malah bikin sunyinya makin berisik. Isi kepala malah berlomba, semua yang kosong jadi kerasa hampa. Seakan ga punya tempat buat pulang lagi, di tempat ramai aku lelah, tapi di tempat sepi malah bikin aku semakin lelah. Kalau memilih untuk pergi sebelum waktunya berdosa, lalu apakah ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menghentikan diri ini meneriaki diri sendiri memintanya untuk segera pergi dari dunia yang tak pernah terasa adil untuk manusia?