niscalobs
Link to CommentCode of ConductWattpad Safety Portal
hmmm sepertinya kehidupanku sebagai penulis, berhenti di fase Dewana. Kalau ada niat, nanti dewana ku crosscheck & revisi lagi biar enak kalau dibaca ulang. I ga pamit, cuma lagi jenuh aja. Buat kalian terimakasii sudah mampir untuk baca story isengku wkwk.
Ingat, author tidak pamit, tapi sedang mencari maja di kuil penuh kelembapan & mencekam
Yak, stay health all
niscalobs
cukup lama hiatus ...
maafkan saya teman-teman
akhir-akhir belum ada mood buat nulis lagi, terima kasih untuk kalian yang telah membaca, mempromosikan, dan menjadikan ceritaku sebagai referensi cerita kalian juga.
aku turut senang ...
jika ada kesempatan aku bakal update lagi.
niscalobs
@dominicuan terimakasii banyak karna telah mengerti kalo author yg satu ini lagi sibuk coolyeah sm fomo roblox, mohon dimaklumi
•
Reply
dominicuan
@niscalobs Hi, seneng bisa denger lagi dari lu! Ini bakal terdengar aneh, tapi gw sempet ngerasa banyak penulis lain yang gw kenal, entah baru ato yang udah lama, mulai jarang muncul. Jangan-jangan ini artinya gw terkutuk :D All jokes aside, no need to apologize from your end. Gak ada yang bayar juga buat mengganti semua usaha dan waktu yang dipake buat menulis di sini. Take your time as much as you want if that means you can enjoy doing what you do, and this applies to your real life too!
•
Reply
niscalobs
guyss!!!
aku mau nanya dengan iseng, kalian kalau nulis/baca cerita, lebih suka POV oang pertama atau ketiga?
kalau boleh tau apa alasannya?
niscalobs
@ niscalobs ah, jadi gitu
kalo gua sendiri lebih suka 3rd POV omniscient. Karena bisa lebih leluasa aja buat gambarin karakternya.
gua pernah pakai 1st pov di Dewana, part-nya Gretha dan Agatha (entahlah bisa dikatakan 1st atau ngga). Bahkan itu aja, gua tetep pakai 3rd pov
•
Reply
dominicuan
@niscalobs Iya, spesifiknya di bab 1 di mana pembukanya adalah omniscient 3rd POV. Setelah itu gw gak pernah make psychic distance yang sama di bab-bab selanjutnya. Terutama di bab-bab baru, POV-nya selalu dijangkarkan ke karakter. Pengaturannya cuma apakah, kalo pake istilah film, seberapa dekat kameranya ke karakter. Kalo lu sendiri gimana? 2 cerita lu make 3rd POV. Gw penasaran apakah artinya lu penasaran buat nyoba pake 1st POV untuk cerita lu. Atau bahkan lu pernah punya pengalaman dengan 1st POV, baik sebagai penulis ato pembaca.
•
Reply
niscalobs
pliss bingung melanjutkan cerita panjang yg penuh perjuangan ini, dam lama ngga beraktivitas di apk ini
niscalobs
jangan nungguin portrait yaa seng ... aku juga gatau bakal ada mood dan waktu buat bikin ceritanya kapan
niscalobs
bikin au seru keknya
apa gueh alihin "Portrait" aja ya? jadi au
niscalobs
melihat aktivitasku yang dari langit gelap menuju gelap kembali, sangat tidak memungkinan aku untuk up cepat.
maaf bngt yaa, karena kondisi ku yang saat ini "Portrait" bakal masuknya hiatus.
stay health all:)
niscalobs
Menulis di Wattpad selalu dianggap remeh oleh beberapa orang. Mereka hanya beranggapan, Wattpad hanyalah tempat untuk kami sebagai author menuangkan segenap imajinasi yang membelenggu.
Padahal lebih dari itu.
Bagiku sendiri, Wattpad merupakan tempatku untuk belajar berbagai hal. Walau pun di platform ini lebih dipandang negatif oleh banyak orang orang, tapi di platform ini kita semua juga bisa belajar banyak.
Beberapa yang kupelajari yaitu tata cara penulisan dan kaidah kebahasaan yang baik dan benar. Dua hal penting itu yang selama ini aku pelajari dan akhirnya nekat untuk membuat sebuah cerita di platform ini, walau masih dalam pengetahuan berbagai struktur cerita yang masih terbatas.
Jadi, nggak ada salahnya untuk baca dan berkarya di platform ini. Karena hal positifnya bisa sangat berguna dalam dunia nyata. Salah satunya dalam hal pendidikan. Seringkali kita semua mendapat tugas untuk membuat makalah, 'kan? Nah, dari situ kita semua tahu bahwa bahwa tata penulisan, struktur, dan kaidah kebahasaan adalah hal dasar yang perlu kita kuasai.
So, untuk kalian yang baca dan berkarya di Wattpad atau platform sejenis lainnya, aku harap kita semua bisa banyak belajar berbagai hal dari para author yang berpengalaman.
To be honest, ini hanyalah sebuah keisengan karena aku sedang mengalami writer's block huhu. Sabar, ya, lama up nya.
dominicuan
@niscalobs_ Gak, lu bener, pembahasan ini nyelip waktu ngobrol sama senanditaa. Diskusi yang gw maksud itu pertanyaan dari pengkimen_, jadi gw yang keliru :D Terima kasih kembali! Gw masih belajar untuk memberi saran editorial yang membantu penulis, dan gw berterima kasih karena author seperti lu memberi kesempatan untuk gw mencoba menerapkan apa yang gw pelajarin. Seperti yang pernah gw sampaikan, jangan sungkan juga untuk menyampaikan feedback lu ketika gw memberi saran :) Iya, gw harap ada yang terbantu oleh masukan gw. Gw gak seyakin itu, mengingat beberapa kali gw merasa masukan yang gw berikan bukanlah yang dibutuhkan oleh author itu untuk ceritanya. Itu momen pembelajaran juga bagi gw, bahwa masukan yang membantu adalah masukan yang dibutuhkan oleh author. Gw harus lebih menghormati itu ke depannya, dengan harapan gw bisa lebih baik lagi membantu dan mendukung sesama author pemula :D
•
Reply
niscalobs
@ dominicuan ah, iya. Kalo nggak salah author senandhita, ya? atau siapa ya lupa.
Gua cuma bisa setuju dengan apa yang lu jabarin di sini. Kadang sulit dapet masukan yang kita harapkan dari pembaca. Jadi, ya, memang harus belajar sendiri.
Thank u:) Gua juga seneng bisa diskusi dan dapet masukan dari lu. Itu membantu banget. Gua yakin beberapa author yang pernah lu "mampir" ke ceritanya juga merasa terbantu semua masukan dari lu. Jadi, lu juga termasuk bagian dari proses itu, Dom.
•
Reply
dominicuan
@niscalobs_ Membaca tulisan ini mengingatkan ke diskusi gw dengan salah satu author di laman Percakapan gw. Gw rasa stereotip itu sulit dihindari mengingat ekosistem platform ini. Karena sifatnya yang gratis dan mudah diakses, platform ini menjadi tempat di mana penulis dan pembaca pemula saling bertemu untuk mengeksplorasi dunia literatur. Dalam eksplorasi ini, sangat wajar kita menemukan produk dengan beragam kualitas yang menunjukkan keragaman kemampuan maupun pengetahuan penulis di sini. Sayangnya, sejauh yang gw tahu, gak banyak referensi soal kepenulisan yang tersedia di Indonesia--kalo pun ada, isinya mungkin belum begitu ekstensif. Beberapa dari kita mungkin ingin belajar dari masukan atau komentar dari pembaca atau sesama penulis, tapi mengingat ekosistem platform ini, belum tentu juga kita akan mendapatkan masukan yang kita butuhkan untuk pengembangan diri kita. Bagi yang bergabung ke komunitas menulis mungkin bisa banyak berdiskusi, tapi ada juga yang tidak bergabung ke komunitas apa pun; gw salah satunya. Artinya, peluang untuk belajar buat penulis pemula ini cukup terbatas. Opsi terbaik adalah, seperti yang lu bilang, belajar dengan membaca author lain yang lebih berpengalaman. Itu alasan kenapa gw seneng bertemu dengan author seperti lu. Kita bisa melihat kalo lu berusaha memberikan karya terbaik yang memperhatikan kaidah bahasa dan penulisan. Ditambah genre yang mudah dibaca, artinya ada banyak author yang mungkin terinspirasi dari karya lu, dan gak menutup kemungkinan ikut belajar juga dari cara lu mengeksekusi cerita. Secara gak langsung, lu ikut membantu penulis pemula belajar menyusun cerita. Menurut gw, itu keren banget, dan gw cuman berharap bisa menjadi bagian dari proses itu juga :D
•
Reply
niscalobs
*spoiler
abis ini mau end, siap²
niscalobs
Saya sudah mulai kerja+kuliah+kursus. Besar kemungkinan Dewana bakal jarang up. Tapi, nanti diusahain biar ga terlalu lama hiatusnya.
Stay safe and stay health all
Thank u sayang² ku. Muachhh *Agatha Lenathea