Kata Tuhan dunia itu adil. Indah. Menyenangkan. Tapi kenapa aku tidak pernah diijinkan untuk bahagia barang sekali. Apa aku diciptakan untuk bahan lelucon orang-orang saat mereka bosan? Atau jadi pelampiasan saat mereka marah? Atau aku memang cocok dijadikan tempat sampah? Saat ada, kalian jadikan aku hina. Kala pergi, kalian seret aku kembali. Siapa yang menjijikkan? Aku atau kalian?
Jika aku berubah apa itu salah?
- Samuel