octogurita

Buat cerita tentang kehidupan dalam dunia Editorial tapi dirinya sendiri tidak mau menerima kritikan? Padahal dunia seperti itu (Editorial) pasti penuh dengan cacian, hinaan, makian, bahkan kritikan super tajam. Itu fungsinya buat apa sih? | Apa? Kritikan? Ya buat tulisan kamu bisa lebih maju lah, baby. Kamu mau, tulisan buatammu terus gitu-gitu aja? Gak ada perkembangan sama sekali? Soalnya, apa yang dihasilkan seseorang tidak akan beda jauh dengan kehidupan sebenarnya. Aku kasihan lho sama hidup kamu yang tidak menerima kritikan. Oke, jangan kritik, masukan deh. Pasti menyedihkan ya hidup kamu. Muter-muter disituuu aja. Emang gak bosen? Pasti hidupnya so miserable ya sampai gak mau berkembang. Padahal ngambil setting nama Orang Japan yg notabene-nya orang sudah maju. Tahap kedua setelah berkembang adalah maju. Well, kasian deh pokoknya. 

octogurita

Buat cerita tentang kehidupan dalam dunia Editorial tapi dirinya sendiri tidak mau menerima kritikan? Padahal dunia seperti itu (Editorial) pasti penuh dengan cacian, hinaan, makian, bahkan kritikan super tajam. Itu fungsinya buat apa sih? | Apa? Kritikan? Ya buat tulisan kamu bisa lebih maju lah, baby. Kamu mau, tulisan buatammu terus gitu-gitu aja? Gak ada perkembangan sama sekali? Soalnya, apa yang dihasilkan seseorang tidak akan beda jauh dengan kehidupan sebenarnya. Aku kasihan lho sama hidup kamu yang tidak menerima kritikan. Oke, jangan kritik, masukan deh. Pasti menyedihkan ya hidup kamu. Muter-muter disituuu aja. Emang gak bosen? Pasti hidupnya so miserable ya sampai gak mau berkembang. Padahal ngambil setting nama Orang Japan yg notabene-nya orang sudah maju. Tahap kedua setelah berkembang adalah maju. Well, kasian deh pokoknya. 

octogurita

Yang disayangkan, apabila seorang penulis meminta Vote dan Comment, tapi semua itu hanya berisi dengan komentar pujian, request capat lanjut, etc. Tapi apakah salah jika seorang penulis meminta komentar seperti itu? Oh tidak. Lalu? Yang disayangkan justru mereka hanya membuat tulisan itu untuk kepuasan mereka sendiri, tanpa ingin membuat karya mereka menjadi lebih baik dengan KRITIK dan SARAN. Nah, kedua hal itu yang penting. Karena, kedua hal tersebut dapat men-improve karya mereka agar jauh lebih baik dan disenangi. Kebalikannya, jika tulisan mereka terlalu 'over' dipengaruhi mood, dan ketika tulisan mereka dikomentar negatif, mereka akan menghentikan pembuatan cerita mereka, bahkan menghapusnya. Menggelikannya, mereka tidak menjadikan hal tersebut sebagai semangat untuk melakukan pembuktian jikalau karyanya itu memang layak disukai banyak orang. Akan sangat disayangkan justru jika mereka menutup diri dari yang namanya KRITIK dan SARAN. Setidaknya, sebut dengan komentar yang membangun. Membangun disini maksudnya agar karya mereka dapat lebih baik, bukan membangun karena ingin dipuji. Mengerti maksudku?
          Lalu reader? Nah, aku juga tidak menyalahkan mereka membuat komentar seperti pujian, dan lainnya. Namun, setidaknya jadilah reader yang cerdas. Bukan hanya memasukkan pujian saja, namun beserta kritik dan sarannya. Agar penulis tahu apa yang harus mereka, tambahkan, kurangi, perbaiki, revisi, dan melakukan pengembangan lainnya. Aku juga suka kok melakukan komentar 'minta lanjut', dan pujian bla-bla-bla-nya. Tapi aku selalu mencari apa yang harus mereka Improve dalam karya mereka. Aku tidak ada maksud apa-apa dengan membuat review ini, aku hanya ingin mengingatkan, bagaimana simbiosis mutualisme yang dapat dilakukan antara penulis dan pembaca.

octogurita

Akan sangat disayangkan, jika seorang penulis menutup diri dari saran dan kritik. Karena, itu berarti mereka termasuk orang yang tidak ingin memperbaiki diri, hanya mencari kepuasan atas dasar ego, dan menutup diri terhadap suatu hal yang kedepannya mungkin akan lebih baik.

octogurita

I am an Editor in Chief of Bandung Central Gramedia Book Production.

octogurita

Well, just be it then. Lagipula aku udah gak jadi Editor in Chief lagi. Aku ngarang soal itu. Buahahaha. XD Tapi aku memang asli Editor sih di dunia nyata. Cuman gak pake in chief-nya doang. Muahaha.
Reply

corvuscocidius

@octogurita that's why you can't resist the urge to correct some grammar mistakes and bwahaha, dimarai sama beberapa author :))) hell, you're awesome! I wanna be an editor too, one day, gahaha
Reply