onlynadinn

Selamat malam, semuanya! ✨
          	Dua bab baru dari dua judul yang berbeda akhirnya resmi update!
          	
          	 PEARL
          	❈ 02. Dunia Pearl
          	
          	 OBSERVER (Di Balik Popularitasku, Ada Dia)
          	19. Teguran Elang
          	
          	Semoga dua bab ini bisa menemani malam kalian yang dingin (atau yang lagi butuh teman begadang) Selamat membaca! Jangan lupa tinggalkan vote dan komentarnya ya ❤️

onlynadinn

Selamat malam, semuanya! ✨
          Dua bab baru dari dua judul yang berbeda akhirnya resmi update!
          
           PEARL
          ❈ 02. Dunia Pearl
          
           OBSERVER (Di Balik Popularitasku, Ada Dia)
          19. Teguran Elang
          
          Semoga dua bab ini bisa menemani malam kalian yang dingin (atau yang lagi butuh teman begadang) Selamat membaca! Jangan lupa tinggalkan vote dan komentarnya ya ❤️

snazzyvlo

Hi, kak! Aku baru baca wall-nya maaf yaaaa :D Gpp kak, take your time. Santai aja. Kita saling baca senyamannya dan seluangnya aja ya, gausah dijadiin pressure biar fun feedbackannya! It’s okay, adaptasi dulu di lingkungan baru. Siaaapp, nanti tinggal ketuk aja kalo udah kembali yaaa! See you again, kak! Have a fun work and stay healthy yaaa kak! ♥️

onlynadinn

@snazzyvlo  minggu depan aku mulai ketuk lagi ya kak vlo hihi 
Reply

cyanaphiaa

hai kak! mari bergabung ke grup feedback terjadwal kami, buka profil saya dan buka cerita berjudul “TEAM FAW”, kalau sudah silakan scan QR code di dalamnya untuk masuk ke grup, terima kasih!
          
          maaf kalau pesan ini mengganggu, silakan dihapus… 

onlynadinn

New Chapter is up! 
          OBSERVER (Di Balik Popularitasku Ada Dia) 
          16. Berbeda 
          
          SPOILER ALERT!!! 
          
          Kursi Miles bergeser kasar. "Pembelaan yang mana? Kesempatan dari gue udah hilang sejak lo milih cabut ke California! Artis yang lain gue ngga perduli, asal jangan Florencia." 
          
          "Apa sih, Miles? Berisik tau ngga!" seru Florencia memotong ketegangan, tanpa berpikir panjang karena tersulut rasa kesal. Ia sudah dua kali tersentak oleh teriakan Miles dan Florencia tak suka itu. Tangannya meraih pergelangan tangan Miles menariknya agar kembali duduk. "Ngga usah teriak-teriak bisa?" omelnya. "Ini rumah, bukan hutan, duduk!"