"Karena soalan 'rumah' kadang bukan 'di mana' tapi 'siapa'."
Aku pernah sendirian di tempat yang kusebut rumah, nggak ada seorangpun kecuali aku, sejenak, dunia terasa tenang. Kelamaan, rasanya dunia menghilang--sepi.
Disaat begitu, menunggu bagaikan siksaan. Kelamaan, untaian do'a kupanjatkan, memohonkan keselamatan.
Jadi, jangan heran, kalau kamu datang ke tempat di mana dinding menopang atap yang kau sebut rumah itu terasa hampa.
Barangkali pertanyaannya bukan 'di mana' tapi, 'siapa'