"Jangan pernah berharap gue bakal sentuh cewek munafik kayak lo, Alenna"
Alenna tersenyum manis, begitu tulus sampai-sampai Arez tak menyadari ada kilat sinis di matanya.
Arez tidak tahu, kalau di balik senyum itu, Alenna sedang menahan tawa. Baginya, pria sekaku Arez hanyalah mainan baru untuk mengisi waktu luangnya di antara dentuman musik kelab malam yang ia cintai. Arez benci kebohongan, sementara seluruh hidup Alenna adalah tentang cara memakai topeng yang paling sempurna.
— S M O K E
Penasaran gimana cara Alenna mainin perannya di depan Arez?
Yuk mampir! Aku sangat menerima feedback dan kritik kalian, minat saling feedbck langsung ke wall yaww, tapi beneran di baca komen sangat di rekomendasikan
https://www.wattpad.com/story/407890622-smoke