Cancan23

Hei! Maaf mengotori wall mu, aku lihat VT-mu. Tentang bagaimana kamu mengeluh karena sulit dapat dukungan atau pembaca. Tapi coba tengok sebentar ke bawah—ada banyak yang jalannya lebih berat darimu. Berdasarkan pengalamanku, dulu aku hampir lima tahun persis seperti kamu: tak ada yang melirik, tak ada yang menghargai. Aku pernah menulis sambil berdarah-darah, menangis sampai habis suara, iri sampai rasanya dada bergetar tiap lihat orang lain sudah sukses.
          Dan aku lupa satu hal: mereka pun dulu pasti berjalan dalam gelap yang sama.
          
          Karena itu, jangan berhenti. Selama kamu masih diberikan esok, selama tanganmu masih bisa mengetuk huruf-huruf kecil di layar—menulislah.
          Kamu mungkin belum melihatnya sekarang, tapi suatu hari tulisanmu akan menemukan jalannya. Akan ada satu orang, lalu dua, lalu seratus… dan pelan-pelan kamu sadar bahwa setiap air mata itu bukan sia-sia.
          Sukses memang tidak mudah, tapi ia selalu menghampiri orang yang terus mengetuk pintunya. Teruskan. Kamu belum selesai.
          
          

penafantasii

@ Cancan23  Terima kasih atas pencerahannya ... aku tidak menyerah kok, mwhehehe. Dan selama ini aku tidak pernah mengeluh dengan hasil yang telah kudapat, karena aku sadar ... aku pun banyak kekurangan dan harus banyak belajar. Yang kubagikan melalui media sosial adalah pembahasan yang sering didapat oleh para penulis lain juga, terutama yang baru merintis. Sebuah jalan yang ditempuh setiap orang memang berbeda, tergantung siapa yang menjadi terpilih untuk mendapatkan kesempatan berada di atas. Menjadi seseorang yang beruntung pun pasti ada perjuangannya. 
Reply