piltya
Lama kami berpijak di atas rahim tanah Kalimantan yang meranggas, menyaring pekatnya jerebu dari sisa amukan api yang serakah. Hutan Borneo menjerit dalam keheningan, merelakan pucuk-pucuk hijaunya luruh menjadi abu, sementara kabut kusam memenjarakan kemegahan khatulistiwa.
Namun sore ini, kemarau yang angkuh akhirnya bertekuk lutut. Langit kelabu runtuh, menumpahkan hujan yang sejak lama dinantikan.
Rintiknya membasuh tanah gambut yang terluka, meredam bara, dan perlahan menyingkirkan jerebu yang sempat menguasai udara.
Bau sangit luruh bersama hujan, berganti kesejukan yang akhirnya kembali pulang.
Kalimantan menolak menyerah.
Di antara sisa abu dan hutan yang terluka, kehidupan masih mencari jalan untuk tumbuh kembali.
Terima kasih, Ya Allah, atas hujan hari ini. Semoga Kalimantan lekas pulih.
༺ PILTYA ༻
mirarestia
@ piltya Alhamdulillah ada hujan kak, semoga kalimantan lekas pulih. Kk orang Kalimantan ya?
•
Reply