Uknowlily

"Mahluk kecil, Tenang lah di sana."
          
          Di dalam kegelapan, kedua tangan mungilnya terpaut. Hanya mengandalkan sinar Rembulan yang begitu sempurna sebagai penerangan.
          
          Nyanyian itu benar-benar lembut, tenang dan menggema terbawa oleh Angin malam. Iris merah berbinar yang terpejam itu perlahan-lahan terbuka.
          
          Ia duduk di tanah hutan yang begitu gelap. Ia tidak takut, tatapannya setenang Hamparan Bintang. Berbinar.
          
          Di depannya sebuah Gundukan tanah kecil. Menandakan sesuatu telah di kubur dengan layak di dalam Tenang nya malam itu.
          
          "Tidurlah, Mahluk kecil."
          "Ameen."
          
          [] Theory of Happiness "87789"[]

Uknowlily

"Aku tau."
          "Norman~! Tahukah kamu?"
          "Menang atau tidak nya kita, itu tergantung pada sudut pandang yang kita bangun.. terhadap diri kita sendiri."
          
          Mata merah itu berbinar dalam sekejap. Lebih cerah. Lebih Tajam. Tangan Lily menakup lembut kedua pipi Norman. Agar seluruh perhatian Norman tertuju pada Dirinya.
          
          "Pemburu itu kalah jumlah dari kita."
          "Otak. Gerakan. Strategi."
          "Kita Buruannya."
          
          "Tapi? Kita tidak boleh Polos seperti kawanan domba yang menunggu diselamatkan atau di Bunuh."
          
          "Kita kawanan Serigala yang di ajarkan Hidup Diam Bagai Domba yang lemah."
          
          "Tapi~?"
          "Kita tidak ingin Mati di tangan Pemburu... Kan~?"
          
          Senyuman lembut dan.. Bengkok terbentuk lebar di wajah Cantik jelita itu.
          Sebuah Kepuasan tersendiri yang sangat.. menyimpang. Gelap.
          
          "Sudah waktunya Kita Mengoyak Si pemburu itu.. kan?"
          
          https://www.wattpad.com/story/412143577?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=Uknowlily

Uknowlily

"itu sangat gelap.."
          "Baunya aneh.. tapi Aku tau itu Pasti Lily.."
          
          "Hiks.. hiks.. Norman.."
          "L-lily.. berdarah.."
          Tangis Emma pun pecah begitu ia ambruk di lantai, Dan Norman Menatapnya dengan iris mata yang membulat karena kengerian.
          
          
          
          Ayooo guysss TPN×OC sudah update chapter terbaru!!!
          
          https://www.wattpad.com/story/412143577?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=Uknowlily