Sepi yang tidak tergambar itu yang bagaimana?. Hampa akan perasaan kosong. Yang menolak oleh seruak bisikan-bisikan, hanya penat seruak kalimat yang lama membuatku muak. Sok tahu!, aku bahkan bukan peliharaan tersesat yang perlu dikasihani atau anak yang tidak memiliki pendidikan dan moral. Aku mampu mengendalikan diri, mengatur emosi, dan bagaimana menyesuaikan diri. Aku tidak peduli pandangan mata yang hanya sekedar mata! mengotori nama dengan sejumlah teori. Tertawa saja, bantal empuk nyaman untuk bermimpi. Kesal yang bingung bagaimana cara meluapkannya. Benci akan expetasi manusia yang tidak berkaca dengan memandang 1 sisi tanpa ia tekuni. Hidup menjadi diri sendiri saja sulit, aku muak dengan kata beserta kalimat mengasihani diriku. Reflek tertawa kecil, bukan karna apa-- lucu saja. Aku sudah terbiasa sendiri pertanyaan "memang berani/semacam meremehkan" membuat diriku ingin mencengkram mulutnya berkali-kali. Berbohong dengan ketakutan, sedikit keberanian, sepi yang memaksa mengambil alih kehidupan. Aku tidak peduli, prinsip dan memilih "jalani saja bersamaan dengan hal-hal kecil yg mendewasakan". Aku sudah merasakan sebagian kepahitan dalam hidup.