Beomgyu jatuh cinta pada adik kelasnya sendiri, Taehyun.
Sejak pertama kali tatapan mereka bertemu di depan gerbang sekolah hari itu, hatinya sudah menetapkan sebuah ruang yang hanya akan selalu dan selamanya untuk Taehyun.
Setiap momen adalah memori. Setiap memori, tersimpan di dalam pikiran. Setiap pemikiran selalu meminta persetujuan dari hati.
Namun bagi Beomgyu, Taehyun bukanlah bagian dari momen; yang perlu begitu banyak proses menuju hati. Melainkan, Taehyun adalah hati itu sendiri. Tak pernah pergi. Tak pernah keluar.
Dialah tempat yang menempati tempat itu sendiri. Isi yang merupakan isi dari semua isi.
Apakah Beomgyu gila? Mungkin ya.
Apakah dia butuh psikolog atau psikiater? Ahh tidak juga...
Dia hanya butuh Taehyun.
#beomtae.untuk.semua