rekalvian

Apa rasanya kehilangan seseorang sampai 2 kali? Masihkah kita merasa waras dalam menghadapi realita sehari-hari?
          	
          	********
          	
          	Dian tersenyum lebar, "Oke, Sayang. Let's go kita bobo." Dian bangkit lalu menuju ke pintu kamar mengekori Rein yang sudah terlebih dahulu menuju ke kamarnya.
          	
          	Di ambang pintu Dian berhenti, lalu dia menatapku sambil tersenyum kecil. Mulutnya terbuka seperti ingin mengatakan sesuatu, namun tertahan lalu dia pergi menyusul Rein.
          	
          	Kulihat ada butiran air di ujung mata Dian....
          	https://www.wattpad.com/story/399036728

rekalvian

Apa rasanya kehilangan seseorang sampai 2 kali? Masihkah kita merasa waras dalam menghadapi realita sehari-hari?
          
          ********
          
          Dian tersenyum lebar, "Oke, Sayang. Let's go kita bobo." Dian bangkit lalu menuju ke pintu kamar mengekori Rein yang sudah terlebih dahulu menuju ke kamarnya.
          
          Di ambang pintu Dian berhenti, lalu dia menatapku sambil tersenyum kecil. Mulutnya terbuka seperti ingin mengatakan sesuatu, namun tertahan lalu dia pergi menyusul Rein.
          
          Kulihat ada butiran air di ujung mata Dian....
          https://www.wattpad.com/story/399036728

rekalvian

Ada mafia pengaturan skor di balik Sangkara Foods yang nyaris diakuisisi Papanya. Merry mulai curiga dengan Marki yang disinyalir ikut terlibat dalam pengaturan skor. Apa yang harus Merry lakukan untuk melindungi klub kesayangannya, sekaligus juga klub milik keluarganya?
          
          ********
          
          "Breaking News: Mafia Pengaturan Skor Super League dan Championship Terungkap! Anak Konglomerat Wihardi Diciduk Polisi."
          
          Begitulah judul headline berita yang terpampang di televisi ruang nobar PR & Media Room sore hari itu. Merry yang baru akan pulang kantor tertarik untuk ikut menonton. Semua karyawan PR & Media pun tampak sedang menyimak berita tersebut.
          
          "Eh, ini serius?" tanya Merry.
          
          "Serius, Mer. Ternyata dibacking sama anak konglomerat, Felix Wihardi. Itu anaknya yang punya Wihardi Group," ujar Laski sambil matanya tetap menyimak berita di TV.
          https://www.wattpad.com/story/408521333

rekalvian

Sisa jejaknya yang masih tertinggal meninggalkan lubang menganga dalam hati. Entah dengan apa lubang ini bisa terisi lagi....
          
          ********
          
          Saat waiter mengantarkan kopiku, dia menawarkan kepadaku, "Nggak sekalian coba snacknya, Pak? Di sini yang paling recommended itu dimsum."
          
          Dimsum?
          
          "Boleh deh, Mas, dimsumnya 1 porsi," kataku mengiyakan tawarannya.
          
          "Baik, ditunggu sebentar ya, Pak." Waiter itu kemudian beranjak dari hadapanku.
          
          Beberapa saat kemudian, dimsum hangat tersaji di hadapanku. Asapnya yang mengepul menandakan bahwa dimsum tersebut disajikan langsung dari kukusan. Aroma dimsum yang tercium masuk ke hidung membuatnya terlihat makin istimewa.
          
          Kugigit sepotong dimsum itu. Sontak saja membuat ingatanku kembali ke sore itu, saat Nuri membuatkanku dan Rein dimsum homemadenya.
          
          Masih jelas terasa campuran daging ikan dan udang dari dimsum buatannya di lidahku. Masih jelas terdengar tawanya saat kami bercengkrama bersama sembari mencicipi dimsumnya. Masih jelas tercium wangi parfumnya ketika dia duduk di sampingku.
          https://www.wattpad.com/story/399036728

rekalvian

Gawat, penyamaran Merry mulai terbongkar! Mulai dari Laski yang melihat Merry di Grand Indonesia sampai Viko dan Ferdi yang mendengar pengakuan Sandi.
          
          Bisakah Merry mempertahankan penyamarannya di Jakarta Tigers?
          
          ********
          
          Hensi yang sedari tadi diam, langsung berceletuk, "Jangan-jangan betul lagi kalo Merry itu anaknya Pak Sandi? Kalo betul, bukan hal mustahil Merry bisa ngobrol santai sama istri-istrinya bos. Lah, dia anaknya bos, kan, berarti?"
          https://www.wattpad.com/story/408521333

rekalvian

Bagaimana rasanya jika kebahagiaanmu selama ini dibangun di atas kedustaan belaka?
          
          ******
          
          Kualihkan pandanganku ke dalam arena playground. Rein sedang bermain bersama Dian. Dia sedang berlari-larian dengan ibunya.
          
          "Anda siapa?" tanyaku memberanikan diri.
          
          Tanganku mengepal sebagai refleks pertahanan diri dari seseorang yang kuanggap sebagai ancaman ini. Namun, dia hanya tersenyum. Senyuman yang kukenal. Senyuman Dian.
          
          "Aku Dian, Mas," kata orang itu.
          https://www.wattpad.com/story/399036728

rekalvian

Wo-ow, Merry ketahuan sama Laski gara-gara hangout bareng keluarganya?
          
          *****
          
          "EMANGNYA KALIAN PIKIR DI SINI KEBUN BINATANG???!!! KELUAARRR!!!!"
          
          Suara kencang setengah berteriak itu masuk ke dalam pendengarannya. Suaranya familiar. Seperti sudah ia dengar sehari-hari. Kemudian ia menyapukan pandangannya ke sekeliling kafe dan matanya menangkap seseorang yang sudah ia kenali sebelumnya.
          
          "Merry? Itu Merry, ya? Kayak Merry, tapi, kok, ngumpul sama Bu Sonia, Bu Vita, Bu Eliza, sama Erina, ya?" gumam wanita tersebut. 
          
          "Kak Laski? Pesanan atas nama Kak Laski." Barista lelaki itu memanggilnya. 
          
          "Oh, iya. Makasih ya, Mas," ucapnya.
          https://www.wattpad.com/story/408521333