reyanaaja

halloo, kembali lagi bersama ku, dengan informasi yang bisa dibilang.. kurang baik yaa..aku udah memikirkan banyak banget keputusan. jadi tanpa basa basi, mungkin.. cerita u're only i like ga bakal aku lanjut, walau aku sudah buat beberapa part, dan aku mutusin buat hapus cerita ini, dan mungkin.. aku bakal up cerita baru, cuma bukan tentang bbb lagii, aku undur sebagai fans bbb :). jadii terimakasih sudah mau membacaa, maaf jika yg menunggu malah dapat berita kayak gini yaa. sekian terimakasih :)

reyanaaja

halloo, kembali lagi bersama ku, dengan informasi yang bisa dibilang.. kurang baik yaa..aku udah memikirkan banyak banget keputusan. jadi tanpa basa basi, mungkin.. cerita u're only i like ga bakal aku lanjut, walau aku sudah buat beberapa part, dan aku mutusin buat hapus cerita ini, dan mungkin.. aku bakal up cerita baru, cuma bukan tentang bbb lagii, aku undur sebagai fans bbb :). jadii terimakasih sudah mau membacaa, maaf jika yg menunggu malah dapat berita kayak gini yaa. sekian terimakasih :)

reyanaaja

hai haii, sudah lama tidak bertemu dan update cerita terbaru.. maaf karena hiatus berkepanjangan  karena adanya tugas yang menumpuk (menjadi pengganti pkl) jadii kemungkinan aku bakal Hiatus entah sampai kapan, karena persiapan untuk pkl (6 bulan) dan ujian jugaa, jadi maafkan, dan aku mempertimbangkan banyak hal untuk lanjut cerita ku atau tidak. :) terimakasih 

Naura_Lavendula

Haiii, maaf mengotori wallmu, izin promosi ya. Terimakasih
          
          
          "Aku masuk Islam bukan karena cinta di antara sesama kita, seperti apa yang kamu rasakan padaku," ujar sang gadis berdarah Belanda-Indonesia dengan mata bergetar menahan rasa. Tapi takdir telah menenun jalan yang tak disangka-jalan menuju cahaya, bukan sekadar karena getaran hati.
          
          Di perkampungan Sungai Ujung pada tahun 70-an, pertemuan antara [Name] van Hassel, seorang gadis remaja dari keluarga bangsawan campuran Belanda-Indonesia, dengan Gempa Alamsyah, pemuda terpandang yang taat dan bijak, menjadi titik mula dari pergolakan batin yang tak biasa. [Name], yang sejak kecil hidup dalam limpahan duniawi, justru merasa hampa dalam rohnya. Dan pada suatu siang di tepi sungai, saat seekor kucing mati menjadi saksi, keduanya dipertemukan oleh takdir yang sederhana tapi mendalam.
          
          Ia bukan jatuh cinta karena pujian atau perhatian-melainkan karena ketenangan Gempa yang mengakar dalam iman. Dan saat keraguan menggelayuti niatnya menjadi seorang muslimah, Gempa pun berkata lembut:
          
          "Tapi kamu butuh seorang kekasih untuk membimbing engkau ke surga, maka aku bersedia menjadi pembimbingmu. Kecintaanku."
          
          Sebuah kisah tentang keyakinan, pencarian makna, dan cinta yang tidak mendahului iman, namun tumbuh bersamanya-seperti bunga di tepi sungai yang mengalir perlahan, disiram hujan dari langit yang satu.
          
          https://www.wattpad.com/story/400391200?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=Kogitsune_Mizuki