rifan_dialian_piwito

Pengenalan serta panduan gaya penulisan gua walaupun ga ke semua cerita pake gaya ini.
          	
          	gaya CINESCRIPT punya 3 karakteristik utama.
          	
          	1. Dialog yang hidup, karena karakter jadi mediatornya sementara narator pemertegas semata.
          	
          	2. Dialog rentet, karena pacing cepat dan semuanya interaktif.
          	
          	3. Lompatan scene dengan tanda baca (• untuk kejadian lain di waktu yang sama namun beda point view, - untuk kejadian di waktu berbeda entah lampau atau depan intinya lompat, [•lebih dari 1 alias banyak] tandanya masuk ke flashback atau intinya ada perpindahan arah yang besar bukan singkat kayak 2 tanda lainnya.
          	
          	Cinescript sendiri adalah hybrid dari gaya sutradara film eropa amerika, dengan versi expert dialog driven ala light novel jepang.
          	
          	Juga hal lainnya,
          	1. Gaya cinescript sangat cocok untuk mengabadikan suatu momen atau peristiwa.
          	2. Cinescript adalah seni pengabadian sebagai saksi. Tak ada space untuk merasa bahwa kita adalah tokoh utama, tak peduli dalam POV apapun.
          	3. Cinescript harus mampi menjadi film namun masih bisa dibaca sebagai novel.
          	4. Nilai dari karya yang ditulis cinescript adalah untuk belajar dari pengalaman orang lain. Alias cinescript harus bisa menjadi sebuah cermin.
          	5. Berbeda dengan gaya penulisan umum. Jika pada umumnya berusaha memaksa pembaca untuk berimajinasi lewat detail. Cinescript menghadirkan gema suara dari percakapan tokoh hingga otak memvisualisasikannya.
          	6. Karya yang tak bisa menjadi netral atau masih mengontrol karakter, tak bisa di sebut ke dalam cinescript. Karena menulis cinescript maka siap menjadi saksi hidup karakter, bukan menjadi tuhan cerita.

rifan_dialian_piwito

@Abigail_rachellie ya moga tembus. Btw lo jangan ngajak chat disini kntl_- DM lo bales anjjjjjjjjj_--+-
Reply

Abigail_rachellie

@rifan_dialian_piwito bujet dari kelas 1 sd bre? Kenapa ga masuk profesional langsung bae anjir, bener penjelasan lu rata² cerita lo slow burn tapi seru bjir, sayang kalo ga ke up sampai profesional. Alur lo ga pasaran soalnya. 
Reply

rifan_dialian_piwito

@Abigail_rachellie gua nulis dari kelas 1 sd bangke_- baru mulai di wp. Gua buat gaya sendiri ya pingin aja, bosen juga sama gaya monoton indo yg sama semua pake 'prosa melankolis' kalau gk ya 'narrative driven'_-
Reply

Abigail_rachellie

Woilah siapapun paksa nih orang up adult relationship woy, bangke lucu bgtsekalian sma jeane gua jangan lupa

Abigail_rachellie

@rifan_dialian_piwito  jangan spoiler bjir, gua suka keduanya 
Reply

rifan_dialian_piwito

@Abigail_rachellie berantem yok_- pilih satu anjing, gua spoiler endingnya lo yak_-
Reply

rifan_dialian_piwito

Pengenalan serta panduan gaya penulisan gua walaupun ga ke semua cerita pake gaya ini.
          
          gaya CINESCRIPT punya 3 karakteristik utama.
          
          1. Dialog yang hidup, karena karakter jadi mediatornya sementara narator pemertegas semata.
          
          2. Dialog rentet, karena pacing cepat dan semuanya interaktif.
          
          3. Lompatan scene dengan tanda baca (• untuk kejadian lain di waktu yang sama namun beda point view, - untuk kejadian di waktu berbeda entah lampau atau depan intinya lompat, [•lebih dari 1 alias banyak] tandanya masuk ke flashback atau intinya ada perpindahan arah yang besar bukan singkat kayak 2 tanda lainnya.
          
          Cinescript sendiri adalah hybrid dari gaya sutradara film eropa amerika, dengan versi expert dialog driven ala light novel jepang.
          
          Juga hal lainnya,
          1. Gaya cinescript sangat cocok untuk mengabadikan suatu momen atau peristiwa.
          2. Cinescript adalah seni pengabadian sebagai saksi. Tak ada space untuk merasa bahwa kita adalah tokoh utama, tak peduli dalam POV apapun.
          3. Cinescript harus mampi menjadi film namun masih bisa dibaca sebagai novel.
          4. Nilai dari karya yang ditulis cinescript adalah untuk belajar dari pengalaman orang lain. Alias cinescript harus bisa menjadi sebuah cermin.
          5. Berbeda dengan gaya penulisan umum. Jika pada umumnya berusaha memaksa pembaca untuk berimajinasi lewat detail. Cinescript menghadirkan gema suara dari percakapan tokoh hingga otak memvisualisasikannya.
          6. Karya yang tak bisa menjadi netral atau masih mengontrol karakter, tak bisa di sebut ke dalam cinescript. Karena menulis cinescript maka siap menjadi saksi hidup karakter, bukan menjadi tuhan cerita.

rifan_dialian_piwito

@Abigail_rachellie ya moga tembus. Btw lo jangan ngajak chat disini kntl_- DM lo bales anjjjjjjjjj_--+-
Reply

Abigail_rachellie

@rifan_dialian_piwito bujet dari kelas 1 sd bre? Kenapa ga masuk profesional langsung bae anjir, bener penjelasan lu rata² cerita lo slow burn tapi seru bjir, sayang kalo ga ke up sampai profesional. Alur lo ga pasaran soalnya. 
Reply

rifan_dialian_piwito

@Abigail_rachellie gua nulis dari kelas 1 sd bangke_- baru mulai di wp. Gua buat gaya sendiri ya pingin aja, bosen juga sama gaya monoton indo yg sama semua pake 'prosa melankolis' kalau gk ya 'narrative driven'_-
Reply

Abigail_rachellie

Bang kasih kabar kalau udah ada sosmed atau kalah dah punya. Mau follow

Abigail_rachellie

@rifan_dialian_piwito mana? Jelasin sini! Happy kah sad? jeane gua jangan disakitin anjir
Reply

rifan_dialian_piwito

@Abigail_rachellie oiya cok lupa. Udah siap tinggal garap, tapi belum mulai. Judulnya : one soul, two bodies, three roads. Ah elah ribet, buka dm tiktok lo anying
Reply