Pengenalan serta panduan gaya penulisan gua walaupun ga ke semua cerita pake gaya ini.
gaya CINESCRIPT punya 3 karakteristik utama.
1. Dialog yang hidup, karena karakter jadi mediatornya sementara narator pemertegas semata.
2. Dialog rentet, karena pacing cepat dan semuanya interaktif.
3. Lompatan scene dengan tanda baca (• untuk kejadian lain di waktu yang sama namun beda point view, - untuk kejadian di waktu berbeda entah lampau atau depan intinya lompat, [•lebih dari 1 alias banyak] tandanya masuk ke flashback atau intinya ada perpindahan arah yang besar bukan singkat kayak 2 tanda lainnya.
Cinescript sendiri adalah hybrid dari gaya sutradara film eropa amerika, dengan versi expert dialog driven ala light novel jepang.
Juga hal lainnya,
1. Gaya cinescript sangat cocok untuk mengabadikan suatu momen atau peristiwa.
2. Cinescript adalah seni pengabadian sebagai saksi. Tak ada space untuk merasa bahwa kita adalah tokoh utama, tak peduli dalam POV apapun.
3. Cinescript harus mampi menjadi film namun masih bisa dibaca sebagai novel.
4. Nilai dari karya yang ditulis cinescript adalah untuk belajar dari pengalaman orang lain. Alias cinescript harus bisa menjadi sebuah cermin.
5. Berbeda dengan gaya penulisan umum. Jika pada umumnya berusaha memaksa pembaca untuk berimajinasi lewat detail. Cinescript menghadirkan gema suara dari percakapan tokoh hingga otak memvisualisasikannya.
6. Karya yang tak bisa menjadi netral atau masih mengontrol karakter, tak bisa di sebut ke dalam cinescript. Karena menulis cinescript maka siap menjadi saksi hidup karakter, bukan menjadi tuhan cerita.