rifay88

Komunitas bantuan adalah forum publik bagi siapa saja untuk mendiskusikan produk Google

rifay88

rifay88

Jangan lakukan itu! Kumohon! Aku akan bertanggungjawab! Christina! Hey! Sialan! Brengsek!"
            
            Aku tersentak dari lamunan kotorku yang tengah asyik menjajaki memori lama di dalam toilet bersamanya. Shawn tidak kunjung keluar dari bilik tempatnya menerima telepon. Dia baru muncul beberapa saat kemudian dengan mata merah dan senyum dipaksakan.
            
            "Are you okay?" tanyaku prihatin.
            
            "Yeah... Oh, sebenarnya tidak," katanya sambil tersenyum getir. Ia perlahan duduk dan merenung, mengabaikan keberadaanku di sana. "Ironis sekali, saat kau begitu menginginkan bayi... Pacarku berniat membuangnya...."
            
            "A...apa??"
            
            "Yeah... Kami memang sudah akan putus karena hubungan kami terhalang banyak masalah. Terakhir kali kami bercinta, kami melakukannya dalam keadaan marah sampai pengamanku terlepas. Aku melakukannya terlalu kuat sampai dia menangis ngeri karena perlakuanku. Aku bahkan tak mengganti pengaman itu karena terlalu bernafsu. Dia meninggalkanku dan dua bulan kemudian aku tahu dia hamil saat memeriksakan diri ke teman sejawatku. Aku mencoba membicarakannya, tapi dia lebih memilih menghilangkan janin itu. Barusan dia meneleponku dari klinik aborsi."
            
            Aku membungkam mulutku tak percaya.
            
            Bahu Shawn bergetar, dia tertawa malu sambil mengusap air matanya.
            
            "Apa kau sangat mencintainya?" tanyaku, tak tahan untuk tidak menyentuh dan menggenggam tangannya. 
            
            Shawn membalas menggenggam tanganku. Dia menaikkan bahu yang tandanya ia tak tahu pasti, "Entahlah... Aku bisa menerima putusnya hubungan kami dengan baik. Hanya saja... Aku cukup menyayanginya untuk bertanggungjawab. Lagipula... Itu anakku."
            
            "Mungkin dia punya alasan kuat untuk melakukannya. Kau tahu... Kadang berat untuk seorang wanita menanggungnya. Atau... Mungkin dia sudah punya kekasih yang keberatan dengan itu. Ikhlaskan saja.... Semoga dia baik-baik saja. Okay?"
            
            "Yeahhh... Thanks, Bella... Kau baik sekalinggosok labia dan klitorisku sehingga cairan nikmat mengalir lebih banyak. Kulep
Reply