rinkofairin

Sudah punya satu plot untuk cerita pendek angst, dan mencicil draftnya di sela kesibukan. Semoga bisa selesai secepatnya. 
          	
          	"Tidak semua manusia bersedia menjadikanmu rumah."

rinkofairin

Sewaktu masih kuliah semester awal, kaprodi seringkali mengulang kalimat yang sama setiap bertatap muka, "SASTRA ITU SETAN, SASTRA ITU HANTU." 
          
          Airin di awal semester pertama belum sepenuhnya paham maksud dari kalimat itu. Dan baru sekarang, Airin benar-benar mengerti maksudnya setelah melihat langsung situasi di lapangan.

rinkofairin

Kepikiran ide baru lagi untuk tema family, and ofc ada sicklit dikit hehe. Kepikiran kalo bikin fic tapi main characternya keyboardist bilingual—dialognya half English, half Indonesian. "Every beat costs a breath". Gatau kapan ditulisnya hehe, ngide aja dulu. 

rinkofairin

Sagara is a cherished child, not a lonely child. Eksistensinya dirayakan. He's vulnerable, but also valuable at the same time. 
          
          Sadly, Benedict is a lonely child. Jadi scapegoat untuk sistem sebesar Eldhollow. Even, he has Je and Jo, but in fact, it's not enough to fight the system.