rintihawandjr42

Di sebuah kamar bernuansa cerah perpaduan antara krem serta warna hidup. Terbaring seorang remaja perempuan dengan alis yang menekuk berfikir keras. Dengan dua jemarinya yang menari ria di layar handphone.
          	
          	"Huh, menebar benih bunga bersumber otak ke sebuah ladang kosong dan berbatu, ternyata tak se-remeh memberi pupuk ke pemula berladang luas nan subur" gumamnya melangsa, setelah bertarung dengan batin.
          	
          	Remaja itu menghela nafas, "salahkan pemasok yang hanya menyisipkan sedikit bibit dan pupuk untuk dipakai" 
          	
          	Si remaja akhirnya meletakan handphone dan memilih terlelap dalam bunga tidur, "semoga esok aku jadi orang kaya" bisiknya dengan cengir yang mengembangkan sebelum jiwanya berkelana menjelajahi benua yang antah berantah. 
          	
          	

Author_cantikk

Hai kak, aku izin promosi karya baruku ya. judul nya "Cinta di Bawah Bayang Santri".
          
          Bagi yang suka genre religi - romansa, yuk mampir ke karya baruku.
          
          Yang mau saling vote + komen juga boleh kok, dm aku aja ya!
          
          Jangan lupa mampir ya, terimakasih!
          
                                    ⸻ 
          
          "Aku sangat liar untuk jadi istri yang baik, tapi orang tuaku percaya, seorang santri bisa menuntunku pulang."
          
          https://www.wattpad.com/story/293427916?
          utm_source=ios&utm_medium=link&utm_content=story_i
          nfo&wp_page=story_details&wp_uname=Author_cantikk

maryamarora

Halo, pembaca!
          
          Selamat datang di dunia yang penuh warna. Bayangkan setiap cerpen di buku ini sebagai sebuah pintu. Di balik pintu itu, ada taman bunga, lautan luas, bahkan ruang-ruang rahasia yang mungkin belum pernah kamu bayangkan. Aku, si penulis, sudah menyiapkan setiap ruangan dengan hati-hati, dengan harapan kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan saat menuliskannya.
          
          Antologi ini bukan sekadar kumpulan cerita, melainkan petualangan yang menunggu untuk kamu jelajahi. Kamu akan bertemu dengan karakter-karakter unik, menghadapi konflik yang mendebarkan, dan menemukan akhir cerita yang mungkin tak terduga.
          
          Jadi, ambil tempat ternyamanmu, seduh minuman favoritmu, dan mari kita mulai perjalanan ini bersama-sama. Selamat membaca dan selamat berpetualang!
          
          https://www.wattpad.com/story/400282637

SandiAmelya

MEMANGGIL SELURUH CEGILNYA JUNG JAEHYUN!!!
          
          Nyari cerita dewasa yg vibes-nya kek drakor? Nyari cerita romance yg nggak ngebosenin?
          Nyari cerita yang konfliknya nggak terlalu berat tapi feelnya dapet?
          Nih, baca nih! Tiap chapter nya nagih bgt (itung² ngobatin rasa kangen kalian ke doi yg lagi wamil) ಥ⁠‿⁠ಥ
          
          https://www.wattpad.com/story/388897633?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=SandiAmelya

bayawaksawah

Hallo, baby... Izin promosi ya, maaf karena telah mengotori wallmu
          
          
          Angst bukan sembarang angst. Nyari yang mc-nya penyakitan? Full brothership alias no romance? Survival, thriller, action? Pas baca pengennya berasa ditarik masuk sampe diajak mikir buat mecahin 'teka-teki' mereka? Atau justru suka yang endingnya gong banget sampe dibikin jadi kang keong alias "HAH???" pisan?
          
          Pas banget! LEVANTER enggak cuma bakal ngajak nangis, gak percaya? Yuk buktikan
          
          
          Blurb :
          "Aku.. merindukan mereka." Jarek berujar lirih. Nayanika membias kala lecutan aksara menghantarkannya pada riak danau Seealpsee. 15 meter di sebelah Utara, tempat dimana Hainrich mengudarakan layang-layangnya yang beberapa waktu lalu ia tancapkan di sela-sela bebatuan.
          
          Hainrich tak sempat menyahut. Vokalnya tersendat bersama denging signal darurat dari pulse censor di atas smart watch Jarek. Mulut adiknya itu terbuka lebar, kedua lengannya meremat kencang coat hitam Hainrich dengan dada membusung. Sementara si sulung masih terpana, tak mampu bereaksi dalam hentakan berikutnya saat sepasang lengan menyingkirkan coat yang membungkus Jarek.
          
          "Kami terlahir bersama, kenapa Jarek harus mati sendirian?"
          
          Levanter, sebutan bagi angin musim yang bertiup dari perairan Mediterania. Jika dalam bahasa Polandia Levanter (levante; lewant) berarti melepaskan, sebagaimana layangan Hainrich yang putus dan jatuh terbawa arus... maka Jan telah membuat telapak tangannya sendiri terluka karena terus menahan benangnya.
          
          
          Link:
          https://www.wattpad.com/story/349676731?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=bayawaksawah&wp_originator=hvA%2BH3X1fkO5XGsDxYaR64npyvn6WkzQSPGkrIygO0GiNIBTGJvaPEFHrrcB4ICHPdQnv%2Bau8aebzSeP8gae7SupS9KV4RezUvEK57FTA1z7vuhjC9BaQsXe167mh5T7
          

mbkNANAStyy

Halo guys
          Izin promosi kak
          Kalau mengganggu, hapus aja
          
          Ayo mampir ke ceritaku
          Judul: GLOBAL WARMING
          Link: https://www.wattpad.com/1436945286
          Spoiler:
          Warning!
          
          Seluruh kegiatan dijadwal ulang, tidak ada aktivitas pada saat matahari mulai terbit.
          
          Kegiatan dimulai dari
          Pukul 08.00 PM- Pukul 03.00 AM
          
          Jika ada yang melanggar peraturan, maka akan dikenakan sanksi oleh pemerintah daerah.
          
          Jangan lupa mampir yah, kalau mau feedbck or fllbck langsung komen aja.
          
          See you

rintihawandjr42

Di sebuah kamar bernuansa cerah perpaduan antara krem serta warna hidup. Terbaring seorang remaja perempuan dengan alis yang menekuk berfikir keras. Dengan dua jemarinya yang menari ria di layar handphone.
          
          "Huh, menebar benih bunga bersumber otak ke sebuah ladang kosong dan berbatu, ternyata tak se-remeh memberi pupuk ke pemula berladang luas nan subur" gumamnya melangsa, setelah bertarung dengan batin.
          
          Remaja itu menghela nafas, "salahkan pemasok yang hanya menyisipkan sedikit bibit dan pupuk untuk dipakai" 
          
          Si remaja akhirnya meletakan handphone dan memilih terlelap dalam bunga tidur, "semoga esok aku jadi orang kaya" bisiknya dengan cengir yang mengembangkan sebelum jiwanya berkelana menjelajahi benua yang antah berantah.