Sejak kepergianmu
Aku selalu berusah menghindari bertemu bahkan berpapasan dg anggota keluargamu...
Bukan karena rasa benci tapi karna setiap kali melihat mereka
Lagi...lagi...dan lagiii....
Aku kembali teringat padamu
Rasa rindu itu kembali menggores hatiku...
Tapi sepertinya garis takdir benar2 tak mengabulkannya
Karena hari ini aku justru bertemu adikmu
Aku berusaha diam dan segera menjauh tapi adikmu terus mengajakku bicara..
Aku tahu seluruh keluargamu sungguh ramah...
Adikmu tak bersalah karena dia bahkan tak mengenalku tapi mendengar suaranya benar2 membuatku ingin menangis...
Aku merindukanmu...
Aku janji akan berkunjung ke makammu sehari sebelum ramadhan
Merindukanmu....
Ku pikir waktu akan menghapus segalanya....
Segala kerinduanku untukmu...
tapi sayangnya semua tak sesederhana yg kupikirkan...
karena waktu justru memperjelas bahkan mempertegas rasa rinduku untukmu....
Meski kau bukan seseorang yg selalu disampingku bahkan bertahun tahun terpisah jarak dan waktu aku bukanlah masalah bagiku asalkan aku tahu kau baik2 saja...
maka semua akan cukup bagiku...
Tapi mengapa saat Sang Pencipta lebih dulu memanggilmu....
Aku merasa begitu hampa dan kosong...
Kenapa aku baru sadar setelah kau menghilang ..
Aku tak mengerti tentang rasa ini...
Karena aku pernah merasakannya...
Aku hanya tahu jika saat ini hati ku seolah semangkuk puding yg telah disendok hingga hanya meninggalkan tempat yg kosong...
Pantaskan itu kusebut sebuah kehilagan jika sebelumnya aku bahkan tak memiliki...
Boleh kh kusebut kekosongan jika bahkan sebelumnya aku tak tahu apakah itu berisi...
Apakah dia yg sebenarnya telah mengisi tempat itu tanpa pernah kusadari...
kemana aku harus berlari...
dimana aku harus mencari...
Bagaimana cara nengulang kembali waktu agar aku bisa memperbaiki kebodohanku...
Aku Mencintaimu....
Sangat Mencintaimu...Hiks hiks...
Bahkan hingga hari ini...
Saat aku mengingatmu air mata ini masih mengalir deras dan tak bisa dibendung...
Aku baru saja melakukan hal bodoh...
Meninggalkan sesuatu yg selama ini selalu aku kagumi....
Aku selalu mengaguminya...
Tapi emosi sesaat membuatku melakukan hal bodoh yg langsung ku sesali pada detik berikutnya...
Nasi sudah jadi bubur...tp semoga ia memaafkanku...
Kejujuranku mungkin menyakitinya..
Aku tak berniat buruk hanya menyuarakan is hatiku..
Tapi saat sadar yg ku ucapkan kasar aku benar2 menyesal...
Berharap ia membaca dan memaafkanku....
Jika menjadi orang kau benci adalah satu2nya cara agar aku bisa masuk ke hatimu dan mendapatkan perhatianmu...
Maka aku pasti akan melakukan itu...
Karena kini aku mulai lelah menjadi baik dan penurut tapi selalu kau abaikan bahkan saat aku di sampingmu...
Hampa...
kini yang kurasa setelah kepergiannya,,,
begitu sulit bagiku untuk memahami arti kata rela,,,
begitu sulit bagiku untuk melaksanakan apa itu ikhlas,,,