runnisacho

Malammm semua...
          	Kabarnya gimana??
          	
          	Kali ini aku kembali dengan cerita baru. Bukan baru sih sudah lama dan sempat aku post juga cuma aku unpubils lagi. Nah yang ini sama hanya ini versi terbaru dan cukup banyak aku revisi.
          	
          	Sambil nunggu Dendelion Up. Please, kalian bisa mampir dulu kelapak ini
          	
          	Aku harap bahwa cerita ini akan booming suatu saat nanti..
          	Ya I wish
          	
          	https://www.wattpad.com/1322051036?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=runnisacho&wp_originator=ZYcNAa88GkA8l%2BlWmcLIdR9ZTmRMZ%2FopUg0FPWGscrvzNn9u8urm7rscqdmk3dvPpqdHIXySaloKeh4zDpLnDtokHAMF5C3AjbhIeKJ%2BKvot8DgCKUiyLsskyO1k4vSK

angelicatiara

Hai! Ingin membaca cerita pendek di sela-sela penat? Bernuansa J-Lit? Mari mampir ke Hello, Goodbye, Again and Again.
          
          Cerita empat bagian tentang pencarian yang seakan tidak pernah menemukan tuju serta penyesalan yang selalu menanti jawaban. Mari mengenal Fujimiya Itsuki dan semesta yang menakutinya. Bisa sembari lihat-lihat budaya Jepang juga^^
          
          Kisahnya sudah selesai dan bisa dibaca kapanpun tanpa tunggu update. Sila tinggalkan jejak bintang, kritik, salam, atau pesan apapun di sana bila suka♡
          
          Maaf jika pesanku mengganggumu, ya
          Salam literasi✨
          –ti.
          
          https://www.wattpad.com/story/383069993-hello-goodbye-again-and-again

Lu_readmind

Permisi mau Promosi, boleh ya… 	
          ----	
          Kami terbangun karena suara alarm yang terus menerus.
          Aku diam sejenak memperhatikan Davi yang terburu-buru. Aku menyelimuti tubuhku sambil bersandar di kasur. Aku menunggunya mengatakan sesuatu tapi dia seperti tidak mempedulikan keberadaanku "Davi," panggilku akhirnya.  
          Dia menoleh lalu berjalan ke sebelahku untuk mengambil jam tangan dan handphone di nakas. Dia menarik nafas berat ketika mata kami bertemu pandang, caranya melihatku seperti orang putus asa. Aku masih menunggu reaksinya. "Jullie kita nggak pakai pengaman." 
          "Iya.." 
          Dia menelan ludah, menunduk sejenak, matanya memperlihatkan kegelisahan. "Jull. Maafin aku..." 
          Tiba-tiba aku bisa membaca kemana arah pembicaraan kami. Semua yang dimulai dari maaf berakhir mengecewakan!
          "Ini salah banget! Aku harap kamu bisa ngelupain malam ini." Dia menatapku sungguh-sungguh.
          Aku tidak bereaksi.
          "Aku ingin kita sepakat bahwa tidak terjadi apapun di antara kita. Kita cuma menghabiskan malam bersama. Tidak ada rasa di antara kita, benar?" 
          Aku menggigit bibir bawahku, menahan amarah dan air mata yang ingin kutumpahkan detik itu juga. Rasanya ingin berteriak untuk menjawab pertanyaannya tapi dia tidak butuh responku, dia menganggukan kepala singkat lalu berpamitan pergi.  
          Tidak ada rasa diantara kita? Tidak ada? 
          Aku tertawa dingin, tawa itu diiringi oleh air mataku. Bisa-bisanya dia memutuskan sendiri bahwa aku tidak memiliki perasaan apa-apa padanya tanpa bertanya dulu. 
          Lalu bagaimana dengan aku, bagaimana dengan tubuh telanjangku yang ditinggalkan tanpa penghargaan, tanpa maaf, tanpa perbincangan? Aku tidak ada bedanya dengan kondom di tong sampah, habis dipakai dibuang. 
          ————————
          MAAF YA KALO PROMOSINYA KEPANJANGAN PIS ✌️
          https://www.wattpad.com/story/311846801-single-father-number-225

runnisacho

Malammm semua...
          Kabarnya gimana??
          
          Kali ini aku kembali dengan cerita baru. Bukan baru sih sudah lama dan sempat aku post juga cuma aku unpubils lagi. Nah yang ini sama hanya ini versi terbaru dan cukup banyak aku revisi.
          
          Sambil nunggu Dendelion Up. Please, kalian bisa mampir dulu kelapak ini
          
          Aku harap bahwa cerita ini akan booming suatu saat nanti..
          Ya I wish
          
          https://www.wattpad.com/1322051036?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=runnisacho&wp_originator=ZYcNAa88GkA8l%2BlWmcLIdR9ZTmRMZ%2FopUg0FPWGscrvzNn9u8urm7rscqdmk3dvPpqdHIXySaloKeh4zDpLnDtokHAMF5C3AjbhIeKJ%2BKvot8DgCKUiyLsskyO1k4vSK

runnisacho

Selamat malam?? Pasti udah pada tidur.
          Ya sudah, buat besok...
          
          Selamat pagi yang baca di pagi..
          
          Cerita ini udah lama banget aku simpen sendiri. Dan aku mau bagi ke kalian. Aku tidak akan berekspektasi tinggi, kadang cerita ku memang sedikit susah naik. Selain Dendelion.
          
          Aku pernah hopeless banget.
          
          Ya sudalah ya curhatnya. Cerita kali ini aku ambil tema pertemanan, puer teman. Cerita enam anak penghuni kelas 12 IPS 2. Aku harap kalian berkenan membacanya terlebih dulu
          
          I just published "Prolog" of my story "SEMENTARA". https://www.wattpad.com/1314296183?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=runnisacho&wp_originator=VKBRjt5lrNVrKASx%2BUP4v4H%2BXRPRybr12CtOA%2BHdFTSrwNR1MKX3%2B9yzTEiAJSr42XPINtgNzubSJRib6jta5HgsLtmC%2BLd6iq1%2B%2Fx0iwKQ2rYJ8K26EspDM%2Fyis4VFN

runnisacho