salieissean
Kau tahu rasanya di sumpah serapahi ibumu?
Kau tahu rasa sakitnya ketika orangtua mengatakan mereka benci dan menyesal kamu lahir?
Mereka menyesal telah membesarkan mu sampai detik ini?
Mereka bilang, “Mati saja kamu, celakalah kamu, sakit parahlah kamu sampai susah diobati.” Mereka mengutuk pada anak mereka sendiri.
Anak yang tidak bisa meminta mati atau hidupnya.
Anak yang tidak bisa memilih takdirnya.
Anak yang tidak tau apa yang akan dia dengar kelak dimasa depan dari orangtua nya sendiri.
Bahkan untuk hidup yang serba sebegitu tidak adilnya pada anak perempuan itu.
Ia tidak pernah punya keuntungan apapun dari hidup.
Tapi dia tetap berani menjalani hidupnya setiap hari.
Walaupun,
Disetiap malam yang ia pikirkan hanya bagaimana masa depan itu terlihat.
Bagaimana agar orangtuanya bahagia dan sehat.
Bagaimana cara terus bergerak disaat hatinya sendiri berhenti merasa.
Dan,
Bagaimana cara mati tanpa kabar.
Bagaimana mati tidak terasa terlalu menyakitkan.
Bagaimana mati tanpa menyusahkan siapapun.
Hidup terlalu menyakitkan.
Hidup terasa seperti neraka bagi yang tidak kebagian rasanya bahagia.
Tidak punya teman dekat.
Tidak punya saudara atau seseorang untuk bersandar.
Bahkan ekonomi membunuh sayapnya.
Dan,
Orang tuanya pun berkata demikian.
Ditambah sekarang, ayahnya mati.
Dia tidak punya siapapun.
salieissean
@thkiev terima kasih sudah mampir duduk di dekatnya. barangkali dia bangun dari mimpi dan kembali menapaki dunia nyata lagi, ini berarti banget untuk perempuan itu! sending love <3
•
Reply
thkiev
@salieissean dunia emang kejam, syukurlah kita masih punya tinta, lembaran dan banyak kata untuk sementara lari dari kenyataan. Berharap kamu lekas menemukan bahagiamu, Sayang. Jangan bosan senyum ya, pastiin itu lebih banyak dari keinginan untuk mati. Don't worry, ur friend here! Don't feel alone.
•
Reply