saraskhairaa_

Jika memang semesta beranggapan ku sanggup.
          	Tak mengapa ku bertahan.
          	Bertahan dri stiap luka mengiris daging leluk dinding hati yang terbentuk.
          	Ratap tangis tak lagi berguna
          	Sesak perih juga tak lagi terasa. 
          	Luka brsimbah darah bukan apa apa 
          	Dalam hening diam tenggelam.
          	Terlelap dan hilang 
          	Dalam genangan darah akibat rembesan luka itu sendiri:) 

saraskhairaa_

Jika memang semesta beranggapan ku sanggup.
          Tak mengapa ku bertahan.
          Bertahan dri stiap luka mengiris daging leluk dinding hati yang terbentuk.
          Ratap tangis tak lagi berguna
          Sesak perih juga tak lagi terasa. 
          Luka brsimbah darah bukan apa apa 
          Dalam hening diam tenggelam.
          Terlelap dan hilang 
          Dalam genangan darah akibat rembesan luka itu sendiri:) 

_rili_2

Haii, kakk. Numpang promosi boleh? Ini cerita pertama ku. Jadi maaf kalau tidak sesuai ekspektasi kakak. Kritik dan saran kakak sangat aku tunggu agar aku bisa menulis cerita yang lebih baik ke depannya. 
          
          
          Bila di dunia hanya terdapat hitam dan putih, maka aku adalah abu-abu.
          
          Hitam untuk kejahatan, dan putih untuk keadilan. Mereka berdua membuatku buta, tak sadar. Aku terus mencari di antara bintang-bintang, sela-sela bebatuan. Aku terus mencari tau, tanpa mengetahui itu adalah aku.
          
          
          a/n: Ikuti saja terus. Nanti kau akan menemukan maksudnya.
          
          started: 19des18
          
          https://my.w.tt/FSgMBW2DSS

saraskhairaa_

Aku capek mengikuti alur ini.
          Kadang aku ingin berpindah tapi apa kabar dengan hati?
          Hati yang menolak dan ingin terus berjuang?
          Jika hati tau perjuanganku disia"kan apakah ia sanggup?
          Tolong logika, beritahu hatiku jika aku sudah lelah.
          Cukupkah permohonanku ini?