seeriii__
Link to CommentCode of ConductWattpad Safety Portal
Halo, readers…
Ada kabar baik! Aku baru saja melakukan double update untuk EXCHANGE: Second Signal – Perkenalan X.
Kenapa dua chapter sekaligus?
Karena kalau diunggah terpisah, petunjuknya akan terlalu samar—dan kalian mungkin akan semakin sulit menebak siapa “X” yang sesungguhnya.
Sekarang, semua potongan sudah bisa kalian baca dengan lebih utuh.
Selamat menyelami misterinya…
seeriii__
Halo…
Sekarang jam 02.27 dan aku lagi sibuk bikin draft EXCHANGE: Second Signal – Chapter 3.
Aku sadar, mungkin ada beberapa dari kalian yang udah nggak sabar nunggu kisah ini…
Apakah kamu salah satunya?
Semoga kalian suka dengan chapter barunya!!!
seeriii__
@ Nasul123 Besok ya, aku revisi dulu, kemarin terlalu pendek dan sedikit kaku, aku mau naikin feelnya;)
•
Reply
seeriii__
Hai semuanya!
Sesuai janji dan kesepakatan, male character di FRI(END)S dipilih lewat hasil poling yang ditutup tanggal 30 Januari kemarin.
Dan ini dia hasilnya:
● Taehyung — 52%
● Jungkook — 48%
● Mingyu — 0%
Jadi… selamat untuk Taehyung, our official male lead!
Tapi, aku mohon banget jangan ada komentar kebencian ya:)
Aku tahu masing-masing punya favorit, tapi kata-kata negatif benar-benar bisa mengganggu proses menulis. Aku tetap terbuka untuk pendapat dan komentar kalian, asal disampaikan dengan baik.
Terima kasih sudah ikutan voting dan terus mendukung FRI(END)S!♡
seeriii__
Hallo...
Aku sedang membuat draft lanjutan The Forbidden Choice dan Oh Tuhan... bisa kalian bayangkan mataku benar-benar berkaca-kaca. Aku sampai menyeduh teh untuk jeda, tapi tetap saja—air mataku jatuh.
Itu menyakitkan!
Aku tidak tahu apakah perasaanku terlalu mudah tersentuh atau bagaimana, tapi aku benar-benar sedih setelah merapikan dan membaca ulang bagian itu.
Ini memang chapter yang masih jauh di depan, tapi suatu saat kalian akan sampai di sana… dan aku harap kalian bisa merasakannya sekuat aku menulisnya.
Semoga kalian suka.
seeriii__
Hai, semuanya. Aku baru sadar satu hal penting —
sekarang sudah jam 5 pagi, dan aku belum tidur sama sekali
Waktu benar-benar berjalan tanpa terasa.
Di luar hujan deras, dan aku malah sibuk menyusun outline The Forbidden Choice sejak malam sampai sekarang.
Awalnya aku cuma ingin merapikan sedikit bagian…
tapi entah bagaimana, malah berakhir menulis draft baru, lanjut ke bab lain, lalu ke adegan yang belum waktunya ditulis
Sepertinya otakku menolak berhenti bekerja,
dan setiap kali ingin tidur, selalu ada satu ide muncul sambil berteriak,
“tulis aku sekarang juga!”
Sekarang aku menulis sambil menahan kantuk yang sudah level dewa,
tapi anehnya malah merasa puas.
Kalau setiap hari bisa seproduktif ini, mungkin ceritaku cepat selesai.
Tapi kalau begini terus, bisa-bisa aku yang cepat selesai—
di rumah sakit, dengan infus dan laptop di pangkuan
Jadi, sebelum aku benar-benar tumbang,
aku ingin meminta sedikit dukungan dari kalian.
Tolong beri aku semangat dan banyak cinta untuk cerita ini.
Komentar, vote, atau ucapan “semangat!” saja sudah cukup membuatku hidup kembali
Sekarang mari kita lihat siapa yang lebih cepat datang:
aku yang akhirnya tidur,
atau matahari yang sudah keburu menyerah melihat aku masih terjaga.
seeriii__
Dear readers,
Cerita Platonis kini kembali dengan judul baru: Not Quite Platonic.
Secara garis besar, ceritanya tetap sama. Namun ada perubahan-perubahan kecil—lebih ke arah rasa, dinamika, dan detail emosi—yang mungkin hanya akan terasa bagi kalian yang sudah mengikuti kisah ini sejak awal.
Terima kasih sudah tumbuh bersama cerita ini.
Semoga versi baru ini terasa lebih jujur, lebih dekat, dan tetap familiar.
Selamat membaca kembali
I just published " Prolog " of my story " Not Quite Platonic ". https://www.wattpad.com/1604399537?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=seeriii__
seeriii__
Hai
Cerita baru sudah dimulai.
Ini bukan kisah cinta yang terburu-buru.
Bukan juga cerita tentang kembali pada masa lalu.
Ini tentang delapan orang, satu rumah,
dan hubungan yang belum sepenuhnya selesai—
meski katanya sudah.
Kalau kamu suka:
● slow burn yang pelan tapi menusuk
●dinamika canggung, sunyi, tapi penuh makna
● cerita yang berkembang dari gestur kecil dan keheningan
cerita ini mungkin untukmu.
Aku sangat ingin membaca pendapat kalian
Boleh tentang karakter yang bikin penasaran,
adegan yang terasa ganjil,
atau teori sekecil apa pun—
karena cerita ini tumbuh dari sudut pandang pembacanya juga.
Jangan ragu untuk vote dan komentar,
aku baca semuanya.
Selamat datang di rumah itu.
Semoga kamu betah.
— Se Ri
I just published " Chapter 1: Kita Datang dengan Cerita yang Tidak Kita Ceritakan " of my story " EXCHANGE: Second Signal ". https://www.wattpad.com/1602960292?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=seeriii__
seeriii__
Chapter 20 aku revisi, ya;)
Aku berubah pikiran...
Sepertinya akan lebih seru jika Jennie masih membenci Jisoo.
Dan menurutku agak tidak logis hanya karena kejadian tangga yang membuat Lisa dan Mingyu dikeluarkan dari sekolah tiba-tiba Jennie sadar.
Aku akan menambah konflik mereka kedepannya.
Tolong nantikan;)
I just published " Chapter 20: The Quiet After the Storm " of my story " The Forbidden Choice ". https://www.wattpad.com/425001388?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=seeriii__
seeriii__
Team Jungkook x Jisoo, merapat!!!
Team netral, mendekaaaattt;)
https://www.wattpad.com/story/391151974
seeriii__
Dear semua pembaca tersayang,
Aku… akhirnya selesai merevisi cerita “Gone”. ✨
Sungguh, proses ini membuatku menangis. Air mata itu bukan sekadar sedih atau senang, tapi campuran rasa lega, rindu, dan keharuan yang selama ini terpendam. Jika aku tidak menangis, aku tidak tahu lagi—atau mungkin hatiku memang terlalu lembut untuk melepaskan setiap cerita dan karakter yang begitu aku cintai.
Terima kasih dari lubuk hati terdalamku untuk kalian semua, para pembaca setia. ❤️
Terima kasih sudah menemani perjalanan Jisoo, Taehyung, Jungkook, dan semua yang kalian cintai. Terima kasih untuk kritik, masukan, tawa, dan bahkan air mata yang kalian bagi bersamaku. Semua itu berarti lebih dari yang bisa aku ungkapkan dengan kata-kata.
Maafkan aku karena beberapa kali merevisi gaya bahasa, mengganti pemeran, dan mengubah beberapa adegan. Aku berjanji, ini adalah revisi terakhir.
Aku berharap revisi ini membawa kalian lebih dekat ke emosi karakter, lebih larut dalam cerita, dan—semoga—membuat kalian tersenyum atau bahkan meneteskan air mata, sama seperti aku.
Dari hati penulis yang penuh rasa syukur,
Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan ini.
Dengan cinta dan kehangatan,
[Se Ri / Penulis “Gone”]