Tadi habis travelling wondering,
Bertemu dengan overthinking dan planning.
Aku pikir mereka kembar identik, ternyata hanya saudara sepersusuan.
Sama sama berpikir
Sama sama antisipasi resiko
Sama sama mencari kemungkinan solusi
Tapi ada yang berbeda.
Planning terkesan lebih percaya diri, sedang overthinking terasa begitu rapuh, fragile.
Ternyata ngak seseperasaan itu.
Menyadari bahwa tidak ada keabsolutan dalam kemungkinan dan tahu kapan kita berhenti tentang kemungkinan..
Itu jalannya.
Mungkin jika aku berpikir, dengan kata lain intinya adalah
"Ikhtiar dan tawakal"
Tawakal adalah where to stop-nya,
Inna lillahi, wa inna ilaihi raji'un adalah muaranya.
Tawakal itu kaya portal, batas, yang dengan sangat sadar hanya terlihat oleh orang yg sober, aware dan masih terbuka hati dan nalarnya, sedang utk kecemasan itu ornamen ornamen itu lebih terlihat di luar kendali..
#muuuuun, lop.. Lop... Er banget pengen maem
(✿❛◡❛)