setiawanchogah

Ada sahabat yang tugasnya bukan menyelamatkan kita, melainkan mencegah kita berubah jadi penghukum paling halus yang bersembunyi di balik kata "melindungi". Mereka datang, menepuk bahu, lalu berkata pelan: "Diammu mulia hanya selama tidak menjadikan orang lain gelap.
          	
          	https://www.wattpad.com/story/403459703

setiawanchogah

"Ada jarak yang tidak memisahkan; ia hanya menggeser sudut pandang, supaya kita bisa melihat diri sendiri lewat suara orang lain."— Catatan Raif
          
          Bab ini kutulis sebagai salam pelan untuk teman-teman PMI di Hong Kong.Untuk kalian yang hatinya sering pulang duluan sebelum tubuhnya sempat libur. Terima kasih sudah mengajariarti pulang, berani, dan lelah yang tetap mau tersenyum.
          
          https://www.wattpad.com/story/403459703

sepotongsore

Chogah, aku membaca novelmu dengan dada yang penuh sesak. Setiap kalimatmu bukan hanya cerita, tapi seperti darah yang baru saja menetes dari luka yang belum kering.
          
          Aku menangis bukan karena fiksi itu indah, tapi karena aku tahu ada hidupmu yang ikut terbawa di dalamnya.
          
          Aku melihat Raif, dan aku tahu di baliknya ada kamu. Aku melihat Rangga, dan aku tahu betapa nyatanya ia bagimu. 
          
          Chogah, aku ingin memelukmu. Bukan pelukan untuk menghapus luka, karena luka itu mungkin akan selalu ada, tapi pelukan agar kamu tahu: kamu tidak sendirian membawa perih ini.
          
          Terima kasih sudah berani menulis.
          Terima kasih sudah menjadikan luka sebagai pohon, bukan bara.
          Terima kasih sudah mengajarkan bahwa cinta tidak harus memiliki untuk tetap menjadi cahaya.
          
          Jika Rangga adalah ingatanmu, maka biarlah kami, para pembacamu, menjadi rumah baru bagi kata-katamu.
          
          Dengan air mata yang jatuh diam-diam,
          seorang pembaca yang ikut merasakan lukamu.

setiawanchogah

Hai, @sepotongsore . Terima kasih sudah membaca dengan hati sedalam itu.
            Saya hanya menaruh kata-kata di halaman, selebihnya mereka memilih jalannya sendiri. Kalau ada yang sampai ke dadamu, itu berarti pohon-pohon yang saya tanam tidak sia-sia. ✨
            
            Raif hanyalah tokoh, tapi tentu ada sedikit luka yang saya pinjam darinya. 
            Saya tidak berhak atas air mata siapa pun, tapi saya bersyukur jika tulisan ini bisa memberi tempat yang aman untuk diam sejenak.
            
            Semoga luka yang pernah kita simpan masing-masing tahu caranya berubah: menjadi tanah, lalu menumbuhkan teduh. 
            
            Terima kasih sudah singgah. 
Reply