Beneran bikin gemas kalau karakter yang tadinya mandiri di Season 1 malah dibuat jadi "anak manja" yang tidak bisa apa-apa tanpa Kara di Season 2 dan 3. Perubahan karakter Kafa ini terasa sangat dipaksakan hanya demi memberi panggung buat Kara.
Berikut poin-poin yang bikin alur ini makin nggak logis:
1. Penghinaan terhadap Karakter Kafa Season 1
Di Season 1, kita tahu Kafa itu mandiri. Dia berjuang sendiri melawan rasa sakit, mengejar mimpinya di bidang musik (piano), dan punya prinsip kuat.
Sekarang: Kafa seolah-olah kehilangan otaknya sendiri. Mau kumpul sama teman (Yuga, Beni, Glen) atau pacarnya pun, Kara harus ada di sana.
Dampaknya: Kafa nggak kelihatan kayak pemeran utama, tapi kayak "bayangan" Kara. Ini sangat merusak image Kafa sebagai pejuang.
2. Kara: Figuran yang Merusak Privasi
Dalam logika cerita yang sehat, kalau Kafa lagi sama pacar atau sahabat lama, Kara itu orang asing.
Gangguan Privasi: Nggak ada ceritanya sahabat atau pacar merasa nyaman kalau setiap kali hangout ada "psikolog gadungan" yang ikut campur dan hobinya adu bacot.
Momen yang Hilang: Kita jadi kehilangan interaksi tulus antara Kafa dan pacarnya atau Kafa dan teman-teman SD/SMP-nya karena fokusnya selalu teralihkan ke Kara lagi.