veendiena

MyName814666

Hai  mampir kecerita aku yuk!! 
          Kalau km tertarik 
          Kalau udah baca jangan lupa komen dan vote yah soalnya itu berarti banget buat aku
          Soalnya cerita aku sepi  mohon yah
          
          Kalau km tertarik, minta tolong promosiin yah karna wattpad aku sepi banget 
          
          https://www.wattpad.com/story/283780485?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=MyName814666&wp_originator=mgLgmVS4LZxbnv2807mPsQVSg3lXIpz5VmgiTXW%2BI4wjz31wO486FkcvPEHGIwclLP0z4bk9oTnl3BxcdYlzzfz1D2TMK8l89Uc2P3L8ZjElge1TNXcUPsKmHTdf7cGo

shafalia_dwi

@MyName814666 sama' pren..jan lupa mampir ke cerita aku ya
Reply

MyName814666

@ shafalia_dwi  makasih ya 
Reply

ara_arani

Hallo kak 
          
          Melewati karya ku ini kau bisa tau mengenai pesan yang ingin disampaikan oleh semesta. 
          
          Ini untuk kamu, kita dan semesta. 
          
          Berisikan hal hal yang akan menarik bagi semesta. Karena semesta menitipkan salam dan pesannya melewati karya ku kali ini. 
          
          Ini untuk mu yang merasakan muramnya semesta. 
          
          Ini untuk mu yang hari harinya mungkin sedang buruk. 
          
          Ini untuk semua manusia di bumi yang sedang melewati hari bersama semestanya. 
          
          Terimakasih telah hadir, itu kata semesta. 
          
          Yuk baca karya ku. 
          https://www.wattpad.com/story/254034177?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=ara_arani&wp_originator=MqssELEW%2FLQZAfe4BlmLD4g4zIgWI2BvZCSbcxUgc3mU3%2F6XlLA7YZv0xuIHcTA27sesJ2QgytNYFrXokr8SBAa4Wsunq3gEfrkzR%2BU93m2SCTduNL2RbR%2BI%2Fmz8QD%2Fz 
          
          Terimakasih kak 

aayidan_

Excuse me, maaf mengganggu jika ada waktu mampir yuk ! Siapa tau suka:) Thank you! 
          
          Coba di baca dulu:)
          
          •
          
          Mata Mard perlahan kembali terbuka, napasnya masih tak teratur kerongkongannya terasa benar-benar kering. Seakan dirinya kini berada di gurun sahara, tapi sepertinya keadaan yang menghampirinya lebih berbahaya dengan gurun sahara.
          
          Dea berdiri di hadapannya, kemudian berjongkok menatap Mard yang kini sangat tak berdaya. "Ternyata alasannya memang seperti itu ya?" tanya Dea kemudian ia melambai-lambaikan buku milik Mard yang ada di tangannya di hadapan wajah Mard.
          
          Menelan ludahnya saja kini ia tak bisa, yang ada hanya rasa asin dari darah yang keluar dari bibirnya yang lebam karena bibirnya robek. "A–aku hanya i–ingin kau men–jadi pene–rus ku–hoeek!" Dea tersenyum getir saat mendengar perkataan yang keluar dari mulut Mard.
          
          "Lalu kenapa kau begitu brengsek? Membuat kehadiran ku seakan tak pernah di inginkan." Fio menanti jawaban dari mulut Mard yang kini terus mengeluarkan darah segar, seluruh tubuhnya telah memucat. 
          
          "Aku me–mang me–nginginkan mu, bu–kan E–ric." 
          
          BHUG! 
          
          "NGOMONG SEKALI LAGI BRENGSEK!"  Pemuda itu ternyata di sini, menatap nyalang Mard. Tangannya terulur meraih kerah Mard yang telah robek, memperlihatkan dada bidangnya yang memar karena tendangan Berthon.
          
          "JANGAN BILANG NYOKAP GUE MATI KARENA LO JUGA?!" Mard mengangguk pelan, mau berbohong kini juga tidak ada gunanya. Biarkan putra tak di inginkan itu mengetahuinya dari dirinya, dari pada dari Bella. 
          
          "LO EMANG BRENGSEK!" 
          
          
          •
          
          https://www.wattpad.com/story/251846710?utm_medium=link&utm_content=story_info&utm_source=android

Bulanpurnamadilangit

Hello Kak, salam kenal. Bila berkenan, baca cerita 'Cat and Boy', yuk :)
          Blurb:
          Wisuda. 
          
          Kata yang menunjukkan sebuah pencapaian luar biasa bagi seluruh mahasiswa, karena mereka telah berhasil melalui lika-liku kehidupan kampus. Seharusnya momen tersebut menjadikan Aurum Andascara, mahasiswi berwajah cantik dan ber-ipk tinggi bahagia, akan tetapi ini sebaliknya, penuh kemuraman, kesedihan, serta tangan yang bermandikan darah. Walaupun begitu, ia kepalkan erat-erat, obsidiannya memandang lekat pemandangan danau yang tak jauh dari hadapannya.
          
          "Maaf ... maafkan aku ..." katanya dengan gemetar. Tak ada orang yang menyahut, selain suara klakson dari lalu lalang kendaraan yang melintas. Semilir angin membelai halus rambut pirang yang acak-acakan. Bukan hanya itu, sang bayu tersebut menjadikan dirinya semakin sesak, malam yang sunyi, rembulan juga malu-malu untuk melihat sosok yang tengah mengalami depresi berat. 
          
          "Maaf ...." 
          
          Setelah itu, Aurum menaiki pembatas jembatan, lalu terjun bebas ke bawah sana, danau yang deras akan air jernihnya.
          
          ♦♦♦     
          Jangan lupa tinggalkan jejak ya, terima kasih♥  
          
          Https://www.wattpad.com/story/173217135