dianaapsr

izin promosi ya kak, maaf mengotori wall-nya. klo tertarik, jgn lupa tinggalkan jejaknya berupa vote, komen, dan follow karna itu sangat berharga buat penulis yg sedang merintis kembali. terima kasih
          
          - tentang dua anak remaja yang sama2 punya luka, berusaha saling menyembuhkan satu sama lain
          - tulisannya rapi
          - cinta kedua tokohnya setara
          - ada tentang penyakit mentalnya
          - persahabatannya tulus banget
          - konflik keluarga
          - ada rahasia dan trauma masa lalu
          
          https://www.wattpad.com/story/127623296

Atikaahyn

Mampir yuk..
          
          Link : https://www.wattpad.com/story/190064738?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=Atikaahyn&wp_originator=8uVhZThIiPm0PK7zaAaiBbpVjxD%2FMOj4hu2xtZjHHIRZhF4y9XJ7mqdylMKNvzHR19knLdKpE8dSCMOuWordWtqcH2GfjrkkOJ1SO4WXedYv1fBajLiJLbrMtOWg9qoF
          
          "Katakan padaku siapa ayah dari bayi itu?!"
          
          Bayi? Mungkinkah? Mungkinkah Davian telah mengetahui kehamilannya, tetapi dari mana dia mengetahuinya dan mengapa reaksinya seperti ini. 
          
          "Apa yang kau maksud? Tentu kau adalah ayah dari bayiku," jawab Livia dengan suara bergetarnya.
          
          Davian menghempaskan tangan Livia dengan kasar hingga tubuhnya terdorong mundur. Dengan segera Livia menyentuh pergelangan tangannya yang sedikit memerah dan kembali menatap Davian dengan tatapan penuh tanya. 
          
          "Hahhh!!! Aku sudah gila. Seharusnya aku tidak mempercayai jalang sepertimu." Davian berdecih mengepalkan tanganya. 
          
          "Katakan padaku, siapa ayahnya? Peter? Sam? Brandon? Katakan padaku siapa ayahnya?!!!" bentak Davian, rahangnya mengeras. Pria itu benar-benar murka saat ini.
          
          "Aku mengandung anakmu, mengapa kau-... Akhhh!" 
          
          Davian menampar Livia dengan sangat keras hingga gadis itu tersungkur di lantai. Livia mengerang kesakitan di sana, selain karena pipinya yang memanas juga karena perutnya yang tanpa sengaja menabrak sudut sofa. Livia menangis merintih di sana. Hancur. Hatinya sangat hancur mendengar perkataan Davian, bagaimana bisa dia menuduhnya dengan tuduhan sehina itu. 
          
          ***
          Gimana cerita selanjutnya? Apakah Livia akan menghangatkan hati Davian dengan cintanya yang tulus? Ataukah malah Davian yang menghancurkan cinta Livia dan membuatnya tidak lagi percaya pada cinta?