shinlaax

Alasan the alchemy pengerjaannya begitu cepat, karena cerita ini sudah aku keep selama satu tahun. Seperti yang aku bilang, kalau aku sempat publish dengan judul "coming of age" tapi gak lama, karena aku keburu sibuk sekolah. Beberapa bulan setelah aku ke tolak PTN, aku nyoba buat ngalihin stress ke nulis. And here I am.. tolong beri aku sedikit dukungan karena itu berarti banyak untuk aku. 
          
          Cerita ini benar-benar pure aku buat karena dewtee. Aku sempat hampir ubah cast jadi anonim, tapi pas nulis rasanya beda. Karena kan sedari awal karakter adris - ethan itu aku buat karena dewtee. Tapi ini tetap fiksi ya, aku hanya terinspirasi dari mereka. Btw ini first BL aku yang aku tekuni.
          
          Terimakasih sudah membaca the alchemy (⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡

shinlaax

https://www.wattpad.com/story/413008740?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=shinlaax
          
          (Spoiler Chapter 11)
          
          “Apa?” balas Adris dengan nada yang tinggi, membuat beberapa orang yang berada di mini market dan sekitarnya menoleh ke arah mereka. “Lu kenapa anjing?” ujar Ethan tidak ingin kalah.
          
          “Kamu yang kenapa, tha! Gak pernah sekalipun ngerti isi hati aku,” jawabnya dengan tegas. Ungkapan itu membuat yang mendengarnya kebingungan, tidak mengerti apa yang laki-laki itu maksud.
          
          “Maksud lu apa anjing?” 
          
          “Gimana gue mau paham, anjing? Coba lu ngomong kenapa! Biar gue ngerti!” ujar Ethan dengan nada yang begitu bertanya-tanya. 
          
          Sedangkan Adris hanya diam tidak ingin menanggapi, malah mulai menyalakan kembali motornya yang membuat Ethan emosi dan mencabut kunci motor itu. “Jawab dulu, monyet!” serunya, mereka kini menjadi tontonan banyak orang dari dalam mini market.
          
          “Kembaliin, tha!” serunya sambil berusaha meraih kembali kunci motor yang kini berada di genggaman Ethan. “Jawab dulu, kamu kenapa, Dis?” Ethan kini berusaha untuk melunakkan Adris yang kini dipenuhi oleh emosi. 
          

Aaz_9158

Hi, Kak! Apa kabar? Saya izin promosi, ya, apabila keberatan, silakan dihapus. 
          
          Kalau ada yang tertarik, monggo di baca. 
          
          Sudah menjadi rahasia umum, hidup di desa itu enak. Polusi tidak banyak, suasana masih lebih sejuk, dan yang lebih penting tidak ada tekanan untuk terburu-buru. Terburu-buru tumbuh, cepat sukses, dan tekanan untuk memperlihatkan sebuah hasil. 
          
          Sempurna sekali bukan? 
          
          Sekali lagi, hidup di desa itu enak, kecuali rasa penasaran orang-orangnya. Mata, telinga, dan mulut mereka begitu tajam dan tidak punya hati untuk orang-orang yang melawan arus. Lebih parahnya lagi, orang desa umumnya merasa punya hak untuk mencampuri orang-orang yang menyalahi adat. 
          
          Karena itu, Andika begitu protektif melindungi hubungan mereka berdua dari mata-mata jahat milik warga desa. 
          
          Mampukah mereka bertahan hidup di desa dalam keadaan menjalin hubungan sesama jenis yang menentang norma? Who knows. 
          
          https://www.wattpad.com/story/411307262?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=Aaz_9158