Ting! Tong!
Berulang kali bunyi bel menggema. Seina terbirit-birit membuka pintu apartemen dengan tubuhnya yang masih basah usai menuntaskan ritualnya di kamar mandi.
"Lama banget sih, Nyai?"
Sebuah tangan tersandar di depan pintu. Lelaki itu menatap jengah wajah bening yang menampakkan cengiran kuda.
"Kamu ngapain kesini?"
Tak menghiraukan pertanyaan konyol itu, Restu nyelonong masuk ke kamar Seina dan membanting tubuh lelahnya di kasur.
Sepatunya belum dilepas. Baju kotornya masih lengkap. Tidak punya akhlak. Batin Seina gondok.
"Katanya mau cari penginapan? Nggak jadi?" tanya Seina kemudian.
"Kapan-kapan aja, sementara aku nebeng disini."
"What? Nebeng? Aku aja nebeng ini!"
Restu mengangkat kepala dengan kantung mata yang berat. "Apa? Ini bukan apartemen kamu?"
"Boro-boro! Duit dari mana aku sewa apartemen?"
"Yaudah, nggak papa, kan orangnya udah pergi juga."
"Kalau dia kesini tiba-tiba gimana? Aku alesan apa?"
"Bilang aja suami kamu... udah nikah siri."
Kurun lima menit, cowok itu sudah teler dan melayang ke alam mimpinya.
Kumis tipis yang tumbuh di atas bibirnya pun menggoda Seina untuk menyentuh.
Rasanya menggelikan, Seina menggigit senyumnya tersipu.
Poni yang menutup dahi tersibak dengan jemarinya. Seina mengusap-usap rambut Restu seperti menemukan mainan baru. Sebuah karet gelang di nakas berpindah haluan dan mengikat poni Restu seperti jamet.
"Lucu ih, kapan lagi ya kan?"
"Mhh, dasar kamu yah.."
Suara serak-serak basah bagai alarm tanda bahaya. Tak sempat Seina melarikan diri, tenaga besar meringkus tubuhnya terpental di kasur.
"Restuuuu! Ampuuun!"
"Apaaa, anak jail?"
kiww
how are u bestiee‽‽ baca cerita baru aquu
tapii ga disinii wkwkw di aplikasi "Fizzo"
check this out ››
judul : Gadis Simpanan
akun : itsmeughtea