Kang_seulgigom

Haii sorry ganggu nulis di wall nya yaaa, izin mau ngasih tau kalau lapak author 'gsca' alias gisschaa udah closed, dan dia yang punya ff bagus² yg dibawah ini nihh : 
          
          1) The Assistant
          2) Il Mio Fiore 
          3) You Are Losing Me (Sagara)
          4) L'Espoir (Seulgi-Jordan-Joohyun)
          5) Wedding Agreement (Gian-Irene)
          6) The Models (Egirene)
          7) Friends With Bae (Egirene)
          8) Nevertheless, I Love You
          9) K.K.N.
          10) P.S. I Love You
          11) My Wildest Dream
          12) Seoul Drift
          13) I Do(n't) Love Her (Sheryn x Rene)
          14) The Fault in Our Marriage (Volley Athlete Seulgi x Fashion Designer Joohyun = Zayden Kang)
          15) Dear, Fergi
          
          
          Sekiranya kamu masih minat baca cerita dia, boleh yaaa ke akun barunya di link berikut ini : 
          
          
          https://www.wattpad.com/user/itsme_reyshaen
          
          
          Langsung klik, komen, and subrek aja gaesss ada ff baru juga disanaaa
          
          
          Thankyouuuu

nifiacharoline12

Sambil baca sambil mutualan vote yuk!
          
          Hopeless Romantic
          
          "Saya ga mau jadi pelampiasan kamu. Kamu barusan habis dimarahi Ayah kamukan? Jadi...saya biarin kamu sendiri dulu. Takutnya kamu jadi emosi terus—"
          
          "Bisa ga nyimpulin apa-apa dulu?"
          
          "Maaf."
          
          "Buat? Kamu yang udah nguping pembicaraan saya atau—"
          
          "Iya pokoknya itulah! Kamu balik lagi ke tenda nanti ada yang liat jadi rumor baru lagi!" Nevara jadi merasa malu sendiri karena telah ketahuan menguping.
          
          "Kamu tau ga, kenapa aku bisa tau kamu ke tenda? ada ikat rambut kamu yang jatuh di depan tendaku," Masen memberikan ikat rambut yang terdapat motif beruang teddy bear. Nevara tahu jika sebenarnya Masen sedang mengalihkan pembicaraan. Tapi Nevara abaikan saja dan hanya mengangguk lalu menerima ikat rambut itu dan mengucapkan terimakasih.
          
          "Yuk ke tendaku. Ini sudah jam 11 malam. Makin larut makin bikin kamu menggigil loh..." ini baru hari pertama tapi rasanya sudah sial.
          
          Nevara bingung, karena tidak ada teman kerjanya yang peka akan kesulitan yang sedang ia alami. Walaupun ia pindah ke tenda para murid rasanya sudah sangat sesak. Maka apa boleh buat jika ia harus menerima pertolongan dari Masen. Ia bawa perlengkapan tidurnya. Masen yang melihat itu jadi senyum-senyum sendiri. Setidaknya hubungan mereka harus berprogres bukan?
          
          Nevara berjalan terlebih dahulu, Masen mengikuti dari belakang. Tapi saat sudah sampai mereka dikejutkan dengan sosok Richard yang sudah bersedekap dada berhiaskan senyum yang menyeringai membuat mereka seolah membeku
          
          "Kalian gak kapok-kapok yah buat selalu berduaan di berbagai kesempatan. Kalian disini itu kerja bukan buat mesum!" Richard mungkin tidak berbicara terlalu keras tapi Nevara takut ada yang mendengarnya.
          
          https://www.wattpad.com/story/303484768