HeloBlue

Assalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 
          
          Faza menerima Hana dengan sejuta rahasia di masa lalu, hubungan yang Faza terima lewat akad ini tidak berjalan lancar seperti hubungan halal sepasang kekasih yang penuh keharmonisan. Tidak ada yang tahu sepasang insan ini hidup dengan rasa benci, dan air mata. 
          
          Benar, air mata yang menyimpan sebuah kehidupan. 
          
          Kehidupan masa depan dan kehidupan masa lalu. Semua tidak terduga, takdir yang menjadi kunci utama kehidupan mereka. Entah itu takdir buruk atau takdir indah. Semua tidak rumit, hanya saja ada peluru rahasia yang membuat semua ini menjadi rumit. Apa kerumitan itu akan bertemu dengan tujuan utama? atau malah tak berujung? 
          
          kita tidak tahu, yang tahu hanyalah mereka yang mengukir kisah ini. 
          
          Hai, salam kenal semoga suka dengan karya pertama saya. 
          
          Klik tautan di bawah untuk menetap <3 
          
          https://www.wattpad.com/story/155690006?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_reading&wp_page=reading&wp_uname=HeloBlue&wp_originator=zJIPcIfyPrmYTM2ETkZF2Rl1uOKWcdo3jDD9%2BzezQnWsjeTMz66JffER6QKluFZjzQa9ympUCaAVcgpaVqkajuGsx04T1h%2F2suy%2BurFkPQkfsUyZe4WYidyz%2FSAl5Akx 
          
          Syukron, 
          
          Wassalamualikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Putihnyaawan

Hello Kak, salam kenal. Bila berkenan, baca cerita 'Cat and Boy', yuk :)
          Blurb:
          Wisuda. 
          
          Kata yang menunjukkan sebuah pencapaian luar biasa bagi seluruh mahasiswa, karena mereka telah berhasil melalui lika-liku kehidupan kampus. Seharusnya momen tersebut menjadikan Aurum Andascara, mahasiswi berwajah cantik dan ber-ipk tinggi bahagia, akan tetapi ini sebaliknya, penuh kemuraman, kesedihan, serta tangan yang bermandikan darah. Walaupun begitu, ia kepalkan erat-erat, obsidiannya memandang lekat pemandangan danau yang tak jauh dari hadapannya.
          
          "Maaf ... maafkan aku ..." katanya dengan gemetar. Tak ada orang yang menyahut, selain suara klakson dari lalu lalang kendaraan yang melintas. Semilir angin membelai halus rambut pirang yang acak-acakan. Bukan hanya itu, sang bayu tersebut menjadikan dirinya semakin sesak, malam yang sunyi, rembulan juga malu-malu untuk melihat sosok yang tengah mengalami depresi berat. 
          
          "Maaf ...." 
          
          Setelah itu, Aurum menaiki pembatas jembatan, lalu terjun bebas ke bawah sana, danau yang deras akan air jernihnya.
          
          ♦♦♦     
          Jangan lupa tinggalkan jejak ya, terima kasih♥  Https://www.wattpad.com/story/173217135