"Gue baru aja buat kesalahan dan gue nyesel ga dengerin omongan lo!"
Gara yang sedang mengambil satu-persatu seres warna-warni di meja kayu usang dengan berbagai coretan itu seketika berhenti bergerak dan menegakkan badan lalu menatap orang yang sedang memejamkan mata sambil memijat keningnya.
Setelah keduanya terdiam beberapa saat, barulah Gara berdeham lalu menuangkan seres di tangannya ke box donat yang hanya tersisa satu.
"Kesalahan? Maksudnya? Lo bisa ngomong yang lebih spesifik, ngga?"
Yang ditanya malah menggaruk kepala kasar sambil menghela napas gusar. Inilah yang Gara tidak suka dengan cowok di depannya.
"Gue nyesel ga ikutin omongan lo. Semalam Diandra cerita kalo Adrian nembak dia. Terus ...."
"Terus lo juga bilang kalo lo suka sama dia?"
"Enggak! Lima menit setelah tahu, gue langsung chat Tania terus nembak dia!"
Hal yang ada dipikiran Gara saat ini adalah mencari makian yang cocok untuk cowok ini. Galih namanya. Kisah romansanya cukup menyedihkan. Setidaknya bagi Gara yang belakangan ini selalu menjadi teman curhat untuk Galih.
Mulai dari SMP, Galih udah suka sama Diandra, tapi engga berani ngomong aja. Sialnya, teman Diandra ini suka sama Galih. Tania namanya. Simpelnya, Galih suka Diandra, Diandra suka Andrian dan Tania adalah pelampiasan.
"Lo brengsek Lih!"
Galih hanya mengangguk setuju sambil membuka botol minumnya.
"Rencananya minggu depan mau gue putusin."
https://www.wattpad.com/story/286284773?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=MelodiGara